Kota Bogor

Bima Sebut Bunga Bangkai Di KRB Sebagai Harta Karun

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut Bunga Bangkai dengan nama latin Amorphophallus Titanum merupakan harta karun yang berada di Kebun Raya Bogor (KRB).

“Ini momen langka, salah satu harta karun di KRB, kita ekspos bersama sama dengan LIPI dan KRB. Ini menyimbolkan semangat KRB sebagai pusat konservasi dan rekreasi,” ucap Bima usai melihat bunga bangkai pada Sabtu (4/1/2020).

Menurut Bima KRB bukan saja hanya wahana edukasi konservasi, tetapi juga sebagai wahana rekreasi bagi masyarakat.

“Kedepan kita ingin terus eksplor harta karun yang banyak sekali di KRB ini, jadi KRB ini bukan saja wahana edukasi konservasi tapi juga rekreasi,” katanya.

Baca juga  Jelang Peresmian, Pemkot Bogor Cek Pedestrian Seputar KRB

Ketika ditanya apakah KRB sudah masuk sebagai warisan dunia di Unesco, Bima menyampaikan bahwa semua itu sedang dalam proses, bahkan Pemkot Bogor sudah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Itu sudah beproses, Pemkot sudah terbitkan perwalinya dan menyatakan dukungannya, mudah mudahan semua berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Agar KRB dijadikan sebagai warisan dunia, lanjut Bima, Pemkot Bogor sudah menyelaraskan aktifitasi pembangunan di sekitar Istana Bogor dan KRB dengan membangun jalur hijau dan pendestrian.

Dengan demikian, menurut Bima yang paling penting kedepannya bisa mengatur trafick, baik orang maupun kendaraan di dalam KRB.

“Saya harap kedepan tidak ada kendaraan masuk ke KRB, supaya konservasinya betul betul maksimal. Bahkan untuk menuju ke arah sana, Pemkot Bogor akan membangun lahan parkir di area Pasar Bogor, mudah mudahan tahun depan diproses,” ungkapnya.

Baca juga  Pemkot Bogor Dukung Diskusi ICLEI di Kebun Raya Bogor

Sementara itu, Peneliti pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Dian Latifah menjelaskan bahwa untuk menjadikan KRB sebagai warisan dunia di Unesco memiliki beberapa proses.

“Mudah mudahan tahun depan submit nya disusun, kemudin dinilai. Kalau target ditetapkannya masih 3 tahun ke depan, karena ada proses nilai, lalu di perbaiki lagi dan di kembalikan lagi ke unesco,” imbuh Dian.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R Hendrian mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bogor atas dukungan kepada KRB, sehingga terjalin kerjasama dan sinergisme yang lebih baik.

“Kedatangan Wali Kota ke KRB bukan karena bunga bangkai nya, tapi ini adalah menegaskan sinergisme antara KRB dan Pemkot,” katanya.

Baca juga  Hari Ini Kebun Raya Bogor dan Cibodas Dibuka Kembali

Ia juga mengaku bangga bisa berkontribusi lebih besar kepada Kota Bogor terutama dalam hal jasa lingkungan.

“Kita memberikan satu oase yang hijau kepada Kota Bogor, mengahasilkan oksigen dan mengikat air. Mudah mudaham KRB bukan hanya untuk LIPI saja tetapi juga untuk masyarakat dan Pemkot Bogor,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top