Bima Arya saat mengikuti video conference dengan para kepala daerah se-Jabar Jumat (29/5/2020)

Bima: Ro Kota Bogor 0,34, Tunggu 4 Juni Terapkan AKB

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan saat ini berdasarkan data di Kota Bogor tren reproduction number (Ro) atau angka reproduksi dalam pandemi virus corona (Covid-19) melandai minggu ini di angka 0,34.

Hal itu dikatakan Bima Arya saat mengikuti video conference virtual dengan kepala daerah di Jawa Barat, Jumat (29/5/2020) yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bima melaporkan, mulai minggu ini toko-toko non pangan di Kota Bogor sudah mulai diizinkan dibuka dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan.

“Termasuk tempat ibadah sudah mulai bisa digunakan dengan syarat mengajukan permohonan ke Wali Kota melalui kelurahan masing-masing. Di Kota Bogor ada sekitar 870 masjid yang akan kita klasifikasikan dan hanya yang siap diizinkan untuk kembali buka,” katanya di Paseban Punta, Balai Kota Bogor.

Menurut dia, jika sampai 4 Juni angka Ro tetap melandai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan fase baru atau menggunakan istilah adaptasi kebiasaan baru (AKB) menyesuaikan arahan Gubernur Jawa Barat.

“Kami juga sedang menyusun protokol kesehatan baru bersama semua stakeholder untuk diterapkan setelah 4 Juni nanti, tentunya juga menyesuaikan dengan DKI Jakarta,” kata Bima Arya.

Berikut daftar 15 kabupaten/kota zona biru (AKB) : Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.

Sementara 12 kabupaten/kota zona kuning (PSBB parsial atau proporsional) : Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Cimahi dan Kota Depok. []Hari/Prokompim


TAG

Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *