Wali Kota Bogor Bima Arya dalam acara Gala Dinner The 6th International Conference of Jabodetabek Study Forum di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (28/8/2018) malam.

Bima Akui Masih Berjibaku Tangani Kemacetan

BOGOR-KITA.com – Masalah transportasi menjadi persoalan utama di Kota Bogor. Saat ini Pemkot Bogor masih berjibaku untuk mengkonversi angkutan kota (angkot) menjadi bus Trans Pakuan sebagai solusi menyelesaikan masalah kemacetan. Tahun 2018 beberapa bus kecil sudah mulai masuk dan tahun 2019 akan dialokasikan dana sebesar Rp 17 miliar untuk subsidi kepada perusahaan angkutan yang berbadan hukum agar para sopir angkot tidak berhenti sembarangan.

Hal ini dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam acara Gala Dinner The 6th International Conference of Jabodetabek Study Forum di Paseban Sri Bima, di Balai Kota Bogor, Selasa (28/8/2018) malam.

“Jika ini berjalan dengan dengan baik, maka akan menjadi yang pertama di Indonesia, Dalam 2-3 tahun angkot di pusat kota akan jarang dan digantikan bus Trans Pakuan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Bima mengemukakan potensi, tantangan dan program lain yang dijalankan Pemkot Bogor. Di Kota Bogor kelas menengah berkembang dengan sangat cepat dan pesat. 10 tahun ke depan penduduk Kota Bogor bisa mencapai 1,5 juta jiwa, ada banyak perguruan tinggi, jumlah mahasiswa setiap tahun mencapai 5.000 orang.

Arus orang masuk ke Bogor cukup menakjubkan, setahun 5 juta wisatawan masuk, setiap akhir pekan yang masuk berjumlah sekitar 300 – 400 ribu orang dimana 50 persen masuk ke Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Jumlah penumpang kereta komuter ada 800 ribu orang,

500 ribu nya adalah penumpang KRL, 75 persen penumpang jabodetabek dari Stasiun Bogor.

“Angka dan data  jika tidak diantisipasi maka kita akan stuck. Jadi diperlukan percepatan carrying capacity kita. Kota ini harus punya data yang detail, sikronisasi juga diperlukan baik dengan pihak lain maupun dengan pemerintah pusat. Program pembangunan Kota Bogor kedepan adalah mengurangi kepadatan di pusat kota atau redistribusi fungsi. Konektivitas dan sinergitas menjadi hal yang perlu ditangani secara serius, akselerasi dan harmonisasi menjadi kata kunci,” papar Bima.

Setelah sukses membangun pedestrian di seputaran jalur Sistem Satu Arah (SSA), berikutnya Pemkot Bogor akan fokus membangun dan menata kawasan Suryakencana menjadi lebih indah.

“Trotoar dibangun, pedestrian dirapikan, sehingga dalam 2-3 tahun akan terlihat lebih baik dan lebih cantik,” katanya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *