Begini isi status Lurhan babakan yang langsung jadi sorotan Bawaslu dan dihapus

Bikin Status di Facebook Tentang Capres, Lurah Babakan Dalam Sorotan Bawaslu

BOGOR-KITA.com – Lurah Babakan, Heri Eriyadi yang sempat tersandung kasus pilkada lalu karena menunjukkan ketidaknetralannya kali ini kembali menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Heri mengupload sebuah status di Facebook bertuliskan sindiran terhadap calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Berikut tulisnya Lurah Babakan, Heri Eriyadi di Media sosial Facebook sebelum dihapus olehnya 30 menit kemudian.

“Jaman Now kalau Ga Dukung Paslon No 2 di sebut Kafir Kaya Yang Bener Aja Loe,” tulisanya

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Baswalu) Kota Bogor, Yustinus Eliyas Mau akan menyelidiki tulisan lurah Babakan di akun Facebooknya yang berbau sindiran serta dukungan kepada salah satu pasangan capres.

“Untuk Lurah Babakan yang sudah pernah ditindak Bawaslu waktu Pilkada Walikota kemarin, akan ditelusuri lagi untuk diminta klarifikasi statusnya di FB,” ucap Yustinus.

Yus berjanji akan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku dan  harapan agar aparatur sipil negera (ASN) dan para pejabat ASN bersikap netral.

Ketika dikonfirmasi Heri mengaku  apa yang dilakukannya hanya emosi sesaat karena dirinya disebut kafir.

“Mohon maaf kalau komentar saya menyingung perasaan orang lain, status itu pun sudah saya hapus 30 menit setelah saya posting. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada yang tersinggung, saya tidak mempunyai maksud apa-apa,” ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Untuk diketahui, Lurah Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Heri Eriyadi pernah melakukan hal sama pada saat pemilihan Walikota-Wakil Walikota Bogor membuat

Saat itu, Heri menuliskan dukungan terhadap pasangan calon Walikota  dan Wakil Walikota Bogor di media sosial Instagram. Dalam status foto tersebut terlihat ingat coblos nomor 3.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 4 ayat 15 huruf d menyebutkan setiap PNS dilarang mengadakan kegiatan yang  mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, imbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. [] Fadil



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *