Kab. Bogor

Semangat Warga dan Pemuda Desa Mekarsari Sambut HUT ke-81 RI dengan Gapura Menara Eiffel

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terlihat di Kampung Setu RT 02/RW 03, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Warga dan pemuda setempat secara swadaya membuat gapura berbentuk Menara Eiffel di kawasan tersebut.

Gapura menyerupai Menara Eiffel itu memiliki tinggi sekitar 20 meter. Pada malam hari, bangunan tersebut dihiasi berbagai lampu LED, lampu tembak, dan lampu hias warna-warni sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melintas.

Kepala Desa Mekarsari, Hendrik, mengapresiasi kreativitas dan kegigihan warga serta pemuda Kampung Setu yang membuat gapura tersebut secara gotong royong untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Baca juga  Ade Yasin Dorong Percepat Penyaluran Dana Desa di Kabupaten Bogor

“Kami sangat mengapresiasi kreativitas pemuda dan warga di Kampung Setu. Daerah ini memang merupakan salah satu sentra kerajinan tangan, khususnya berbahan bambu. Semoga semakin banyak karya yang dihasilkan dan dapat menjadi potensi bagi usaha serta perekonomian masyarakat,” ujar Hendrik.

Agus Noviandi, inisiator pembuatan gapura, mengatakan pembangunan Menara Eiffel tersebut berlangsung sekitar satu bulan. Proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong dan sukarela oleh warga dan pemuda setempat.

Menurut Agus, bahan utama bangunan tersebut adalah bambu yang kemudian dilapisi cat minyak dan dilengkapi berbagai jenis lampu.

“Dengan berbagai ornamen lampu tersebut, menara setinggi 20 meter ini terlihat lebih menarik pada malam hari. Kami mencoba memadukan konsep kerajinan tangan dengan unsur seni,” kata Agus.

Baca juga  Kampung Rawa Pamijahan yang Dulu Terkenal Sentra Tanaman Kucai

Agus merupakan pelaku kerajinan tangan di Kampung Setu. Ia juga pernah meraih juara dalam salah satu lomba kerajinan tangan di Kabupaten Bogor.

Terkait biaya pembangunan, Agus mengatakan seluruh anggaran berasal dari swadaya masyarakat dan uang pribadinya. Total biaya yang dikeluarkan mencapai hampir Rp10 juta.

“Ini hasil swadaya warga masyarakat dan uang pribadi saya. Total anggarannya hampir Rp10 juta dan pengerjaannya berlangsung sekitar satu bulan. Semoga ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus bersatu dan berkarya dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top