Kab. Bogor

Baban Sarbana, Pengusaha Sukses Penulis 13 Buku Alumnus IPB University

Baban Sarbana

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Baban Sarbana. Pria kelahiran 1974 adalah Direktur PT Rumah Tulis dan PT Ideagile Digital Ecobaraya.

Baban kini sedang menuntaskan studi S3 pada Jurusan Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan, di IPB University.

Tidak kurang 11 prestasi, baik skala nasional maupun internasional yang telah diraih Baban. Satu yang luar biasa, Baban telah menuliskan buah pikirannya dalam 13 buku.

Kisah suksesnya mendorong IPB University mengundang Baban berbagai kisah dengan mahasiswa IPB University.

Bagaimana Baban meniti karir dengan sukses seperti itu?

Dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Rabu (2/12/2020) Baban mengatakan, menjadi sociopreneur baginya adalah sebuah panggilan, bukan pekerjaan, bukan murni bisnis.

“Ini tentang bagaimana giving back ke kampung halaman,” katanya.

Saat itu, tuturnya, tahun 2010, masih banyak masalah terkait kemiskinan, pendidikan dan ekonomi di kampung saya, yang sebetulnya tidak jauh-jauh amat dari kota. Ditambah latar belakang saya sebagai alumni IPB University yang pastinya punya histori dengan desa dan banyak belajar tentang social movement, akhirnya saya memilih untuk berhenti dari pekerjaan rutin dan fokus pada pengembangan social business yaitu bagaimana menyelesaikan masalah sosial melalui pendekatan bisnis.

Baca juga  Liga 1: Laskar Padjajaran Kalah Agresif dalam Derby Jabar

Penulis buku “Siapa Berani Menjadi Entrepreneur” dan “Desa Butuh Lho Sob” ini mengabdikan dirinya sebagai sociopreneur atas motivasi utamanya untuk mendapatkan pasive income dunia akherat.

Ia mengaku sangat tergugah oleh hadits yang menyatakan bahwa ada tiga amalan yang membuat pahala kita tak terputus walaupun sudah meninggal dunia.

Yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya. “Itulah yang melatarbelakangi ramuan program sociopreneur Yatim Online yang memiliki kepanjangan Yatim: YakinTidak Miskin, Yakin Tidak Minder dan Yakin Pasti Mandiri,” katanya.

Dikatakan, pembelajaran kehidupan selama di IPB University melatihnya untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Selain kuliah, ia banyak bergabung dalam organisasi internal dan eksternal kampus, berinteraksi langsung dengan beragam orang dengan beragam masalah.

Baca juga  Optimalkan PPKM, Ade Yasin Pimpin Patroli di Kawasan Sentul City

IPB University, katanya, seperti Indonesia dalam skala kecil, kumpulan orang-orang yang mudah terpanggil kembali ke kampung halaman. IPB adalah laboratorium pergaulan dengan teman-teman dari beragam latar belakang, sangat berguna untuk berkiprah di masyarakat.

Peraih penghargaan Juara 1 Inovasi Penanganan Kemiskinan Kabupaten Bogor  2019 ini menjelaskan bahwa dalam buku Outlier Malcolm Gladwell, rata-rata orang melakukan perubahan, membutuhkan konsistensi selama sepuluh tahunan. Dalam bahasa lain dapat disebut dengan “Istiqomah”.

“Ternyata, itu berlaku juga ke YatimOnline, karena di tahun 2020 ini, tepat 10 tahun dan kami menuju exit strategy untuk memastikan program yang kami rintis benar-benar terlembaga dengan baik melalui pendirian yayasan, koperasi dan badan usaha. Dari yayasan kami mendirikan Raudhatul Athfal (Pendidikan Usia Dini) dan pemberian santunan dan beasiswa, koperasi untuk membantu usaha ibu-ibu dan badan usaha berupa pabrik dan olahan tempe sebagai bagian dari bisnis yang bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga  Pemkab Bogor Janji Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

Ia berharap, tiga hal utama ini menjadi trisula solusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, utamanya yatim dhuafa.

Dalam sepak terjang dan proses yang dirintis, tentu tidak mulus, sebagaimana yang ia sampaikan bahwa ujian dari ke-istiqamahan ikhtiar seseorang adalah waktu.

Baban Sarbana menyampaikan motivasinya untuk para pemuda yaitu keyakinan akan cahaya di ujung lorong yang gelap.

Selalu ada solusi untuk setiap masalah adalah bagian dari kemampuan kita untuk terus bergerak. “Keep moving! Bergerak saja terus menerus. Berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat itu seperti belajar naik sepeda, untuk mencapai keseimbangan tiada jalan lain untuk selalu bergerak dan bangkit dari kegagalan. Pastikan dalam proses perjuangan, kita memiliki ‘soulmate’ terbaik, teman dan sahabat yang berbahu kuat untuk memikul amanah bersama,” tutupnya. [] Admin

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top