Kota Bogor

Antisipasi Kenaikan Harga, Disperindag Gelar Operasi Pasar

BOGOR-KITA.com – Mengantisipasi kenaikan harga pada saat bulan Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor akan menggelar Operasi Pasar. Sekitar 10 ribu paket sembako akan disebar langsung ke enam kecamatan di Kota Bogor. Operasi pasar juga bertujuan untuk menghindari adanya kelangkaan barang sembako di Kota Bogor.
Kepala Disperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan operasi pasar. Operasi pasar akan dilakukan dengan sejumlah catatan. Salah satunya bila terjadi kelangkaan barang dan harga mengalami kenaikan lebih dari 10%.
“Dalam Operasi Pasar nanti warga bisa mendapatkan paket bahan-bahan sembako dengan harga yang terjangkau, seperti minyak goreng, beras, daging ayam dan telur,” jelas Achsin.
Saat ini, lanjut Achsin, pihaknya senantiasa menjalin koordinasi dengan Disperindag Provinsi Jawa Barat untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga yang umum terjadi menjelang dan selama ramadhan, salah satunya pelaksanaan operasi pasar. Achsin menjelaskan kelangkaan bahan sembako yang terjadi selama ramadhan dan menjelang idul fitri, disebabkan beberapa aspek diantaranya angka produksi yang menurun dikarenakan kondisi para tenaga kerja tidak sama ketika bukan bulan puasa. Di sisi lain, tingkat permintaan meninggi.
“Jadi jika ada kenaikan harga barang sekitar 5 persen, masih dinilai wajar. Beda cerita jika kenaikannya diatas 10 persen,” kata Achsin.
Achsin memprediksi Operasi Pasar akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Ramadhan. Saat ini pihaknya tengah mematangkan koordinasi dengan melibatkan instansi terkait seperti PD.Pasar Pakuan Jaya dan Distani. “Nantinya kita sediakan 10.000 paket sembako yang disebar di enam kecamatan. Jadi langsung ke warga yang benar-benar membutuhkan,” bebernya.
Ke depan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim pengawasan terpadu dengan melibatkan instansi terkait seperti Dinkes, PD.Pasar Pakuan Jaya, Disperindag dan pihak lainnya. Diharapkan dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing pihak dapat melaksanakan pengawasan secara terpadu. Melalui tim pengawasan terpadu ini barang yang beredar di pasar akan diketahui standar, kualitas dan kelayakan barang dari sisi kesehatan. [] Admin

Baca juga  Solid Bersama AMY, Kader PPP Gelar Pengajian dan Ngaliwet
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top