Kota Bogor

Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadan, Pemkot Bogor Siapkan Operasi Pasar

dedie
Dedie Rachim dalam wawancara cegat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pastikan stok pangan di bulan ramadan ini aman dan tidak ada kenaikan yang signifikan. Meski demikian, Pemkot Bogor bakal melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.

Hal itu dikemukakan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai melakukan rapat koordinasi ketersediaan dan komoditas pangan di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Kamis (15/4/2021).

“Operasi pasar kita sedang berkoordinasi dengan Disperindag, DKPP dikoordinasikan dengan Asisten II untuk memastikan kita akan melakukan operasi pasar. Kemudian lokasinya akan dikoordinasikan dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ),” ucap Dedie.

Kedua, lanjut mantan pejabat KPK ini, Pemkot Bogor akan melakukan sidak ke pasar di seluruh Kota Bogor untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan dan tidak ada penimbunan pangan oleh para pedagang.

Baca juga  Bima Dampingi Mendag Operasi Gula di Pasar Bogor

Lanjut Dedie, untuk memastikan beberapa komoditas seperti ayam potong, telur ayam dan daging Pemkot Bogor akan melakukan kerjasama antar daerah.

“Seperti yang sudah kita lakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan ayam potong, kita sudah melakukan MoU dengan Kabupaten Ciamis, selanjutnya ke depan untuk memastikan bahwa bawang merah tidak menyumbang inflasi tinggi di Kota Bogor kita akan melakukan pembicaraan dengan Kabupaten Brebes untuk memastikan pasokan bawang ke Kota Bogor,” ungkapnya.

Selain itu, kata Dedie, pihaknya akan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak membeli kebutuhan pangan secara berlebihan.

“Kita harus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat tidak membeli barang berlebihan, tetapi harus sesuai dengan kebutuhan dan bukan dalam konteks untuk mengambil keuntungan pribadi untuk ditimbun lalu dijual kembali,” katanya.

Baca juga  Atasi Kelangkaan Gas, Pemkot Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir menuturkan operasi pasar itu dibutuhkan saat komoditi terjadi kenaikan yang signifikan. Saat ini pihaknya sedang memonitor dibutuhkan apa tidak operasi pasar tersebut. namun, jika harga pangan stabil pihaknya tidak perlu melakukan operasi pasar.

“Sekarang masih melakukan pantauan, kemarin ada kenaikan karena permintaan agak tinggi menjelang ramadan dan sekarang mulai stabil kembali. Nanti kita bersama dinas terkait akan memonitor kalau ada komoditi yang kenaikan signifikan otomatis kita akan hadir untuk operasi pasar,” jelas Muzakkir. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top