Pesta Rakyat 2016 Sebuah Terobosan Baru dan Unik Tanpa Dana APBD Sedikitpun

Pesta Rakyat 2016 Sebuah Terobosan Baru dan Unik Tanpa Dana APBD Sedikitpun

BOGOR-KITA.com – Pesta Rakyat yang digelar pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-534 Jumat (3/6/2016) lalu meninggalkan kesan yang begitu luar biasa. Baik dari para muspida, warga Kota Bogor hingga pengusaha yang ikut berpartisipasi dalam gelaran pesta tahunan Kota Hujan. Bagaimana tidak, tanpa mengeluarkan biaya APBD sedikit pun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mampu menyediakan ribuan porsi makanan dan minuman bagi masyarakat berkat peran Corporate Social Responsibility (CSR) 35 perusahaan.
Kesuksesan Pesta Rakyat yang mampu menghadirkan 5000 lebih porsi makanan dan minuman tidak terlepas dari peran Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Bogor Tri Irijanto. Pasalnya bapak dua anak ini tidak ingin kejadian 2015 terulang kembali. Tahun 2015, menjadi tahun kekecewaan warga karena seusai paripurna tidak ada lagi makanan yang disediakan. Bukan tanpa alasan, Pemkot Bogor melalui Bagian Umum tidak bisa lagi menganggarkan dana karena menjadi temuan BPK atas dana penyedian makanan.
Tri menceritakan, setiap tahun di HJB sudah identik dengan acara makan bersama Walikota, Muspida dan warga seusai rapat paripurna. Tradisi ini pula yang coba dipertahankan Pemkot Bogor setiap satu tahun sekali. Beberapa tahun belakangan sekitar 2013 sempat disajikan sajian makanan berupa nasi tumpeng kuning yang dibuat setiap OPD. Namun, karena tidak terbagi rata alias banyak yang tidak kebagian di tahun berikutnya diganti dengan nasi box dengan jumlah 2000.
“2015 itu memang tidak ada anggarannya, warga kecewa, dewan juga kecewa. Maka di 2016 direncanakan pesta rakyat yang dananya lewat perusahaan swasta,” ujar Tri Kamis (9/6/2016) di kantornya.
Inisiatif mengajak perusahaan swasta di Kota Bogor untuk melakukan CSR, diakui mantan Camat Bogor Utara ini karena memang dari OPD dan Bagian Umum tidak sanggup menganggarkan. Dirinya lalu mengundang 30 perusahaan mulai dari Hotel, Mall, Kadin dan sebagainya merealisasikan idenya ini. Meski sempat pesimis, bapak yang selalu akrab dengan kacamatanya ini mengaku terkejut atas antusias para perusahaan. Tak hanya yang diundang saja, ada tiga perusahaan yang bahkan mengajukan diri untuk ikut berpartisipasi.
“Setelah perusahaan bersedia melakukan CSR, kami mencari sisi yang berbeda dengan tidak lagi memakai box untuk 200 porsi makanan yang disediakan. Melainkan langsung dengan gerobak atau boat yang dibawah masing-masing perusahaan agar semakin merakyat,” jelas bapak 48 tahun ini.
Kupon makanan gratispun disebar merata ke 68 kelurahan mulai dari sekolah-sekolah, pesantren hingga panti asuhan tidak ketinggalan menjadi prioritas diajang Pesta Rakyat. Ide alumni APDN tidak berhenti sampai disitu, menjelang beberapa hari dirinya menghadap Walikota Bogor dan meminta Bima Arya untuk sekiranya berkenan memakai celemek sembari melayani masyarakat. Tanpa menunggu lama, Bima menyetujuinya begitupula dengan Wakil Walikota dan Kepala OPD lainnya.
“Pak wali langsung setuju, dan bisa dilihat pada Pesta Rakyat kemarin pak wali tanpa sungkan melayani semua warga. Sementara, untuk anak-anak kami sengaja menyediakan 500 bingkisan,” imbuh Tri.
Diakhir ceritanya, bapak yang dulu bercita-cita menjadi pengusaha ini optimis untuk terus menggelar Pesta Rakyat bagi warga Kota Bogor. Sekalipun pada dua tahun kedepan HJB bertepatan di bulan Ramadhan ia berharap bisa menggelar buka puasa bersama seusai rapat paripuran. Sehingga momen makan bersama tetap bisa dilakukan. Jika tidak memungkinkan bisa diganti dengan pemberian sembako kepada masyarakat.
“Tetap menggunakan CSR dari perusahaan, bahkan kalau bisa lebih banyak lagi yang berpartisipasi sehingga yang disediakan bisa bertambah. Karena 5000 porsi saja masih kekurangan,” pungkas Tri. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *