Kab. Bogor

Alumni IPB Sukses Ubah Ulat Tepung Jadi Pangan Bergizi , Laris Diekspor ke Luar Negeri

Ulat Tepung

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Di tangan ahlinya, semua yang ada bisa menjadi komodiri bisnis yang menggiurkan. Salah satunya ulat tepung yang diolah menjadi pangan bergizi dan laris diekspor ke berbagai negara seperti Belanda, Singapura, dan Malaysia.

Adalah Koes Hendra, Alumnus IPB University yang berhasil memanfaatkan ulat tepung menjadi pangan bergizi.

Peternakan King Worm milik Koes Hendra, di Cibungbulang Kabupaten Bogor Jawa Barat berhasil mendapatkan binaan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Ulat tepung yang sering digunakan pakan burung ternyata memiliki banyak protein yang baik dikonsumsi oleh manusia,” kata Koes Hendra dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Sabtu (6/3/2021).

Di bawah naungan PT Sugeng Jaya Grup yang berdiri bulan April 2019 ini, Koes selaku CEO berhasil mengekspor ulat tepung kering ke berbagai negara seperti Belanda, Singapura, dan Malaysia.

Baca juga  Tim Dinamit Denmark Mulai Meledak, Mengancam Semua Tim Unggulan Euro 2020

“Pengolahan ulat tepung cukup sederhana. Yakni dengan dikeringkan pada suhu 200 derajat celsius lalu didiamkan selama tujuh menit. Setelah itu ulat tepung pun siap disajikan dengan rasa yang gurih tanpa ditambah bumbu apapun,” jelasnya.

Menurutnya, hewan kecil ini bisa menjadi alternatif sumber protein bagi manusia. Satu ekor ulat tepung mengandung 47 persen protein. Selain itu, di dalam ulat tepung juga terdapat omega-3 sebanyak 37.48 persen dan omega-6 sebanyak 35.52 persen.

Selain dikeringkan, Koes berhasil mengubah ulat tepung menjadi abon. Masih dengan proses yang sederhana.

Ulat tepung kering yang sudah dihaluskan ditambah bawang putih, gula, daun jeruk dan cabai, lalu aduk hingga merata dan abon ulat tepung pun siap disajikan.

Baca juga  Alumnus IPB University Pendiri Dua Perusahaan Ini Berbagi Ilmu Soal Pupuk Organik

“Abon ulat tepung ini juga sudah dipasarkan dan terjual sebanyak 200 botol ukuran 30 gram dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan. Nama lain abon ulat tepung ini disebut dengan mealworm furikake di Jepang,” tuturnya.

Keunggulan lain dari budidaya ulat tepung ini ialah hanya dibutuhkan tempat seluas satu meter persegi untuk menampung 60 kilogram ulat tepung. Ini jauh efisien dibandingkan peternakan ayam yang hanya bisa menampung empat ekor.

“Jenis peternakan ini ialah urban farming, yang bisa dilakukannya budidaya di rumah. Selain itu, kandangya juga tidak mengeluarkan bau,” tandasnya. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top