Kab. Bogor

Pegiat Seni dan Marbot Mushola Maju sebagai Calon BPD Tonjong, Dorong Literasi, Digitalisasi, dan Kepedulian Sosial

BOGOR-KITA.com, TAJURHALANG – Pegiat seni sekaligus marbot Mushola Nurussalam, Ismail, mencalonkan diri sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Pria yang akrab disapa Bang Is tersebut menyatakan pencalonannya sebagai upaya untuk berkontribusi dalam menyampaikan gagasan serta aspirasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Pemilihan anggota BPD tengah berlangsung di sejumlah desa, termasuk Desa Tonjong. BPD merupakan lembaga yang menjalankan fungsi permusyawaratan di tingkat desa dan menjadi salah satu unsur dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Ismail dikenal aktif dalam sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Selain menjadi pegiat seni, ia juga dipercaya sebagai marbot Mushola Nurussalam, RT 01/RW 05, Desa Tonjong.

Baca juga  Ormas PP Desa Tonjong Bagikan Takjil

Di bidang sosial, Ismail tercatat aktif dalam komunitas yang memberikan layanan antar-jemput ambulans secara gratis bagi warga yang membutuhkan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan transportasi untuk keperluan kesehatan.

“Bismillah, saya maju mencalonkan diri untuk menjadi anggota BPD Tonjong. Ini ikhtiar agar saya bisa berkontribusi pemikiran dalam membuat kebijakan desa bagi kepentingan masyarakat,” kata Ismail, Sabtu (26/9/2026).

Selain kegiatan sosial, Ismail sehari-hari menjalankan usaha percetakan. Ia merupakan alumni pondok modern dan tercatat aktif dalam kepengurusan Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Assalam Sukabumi.

Ia juga pernah menempuh pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi swasta di wilayah Bandung pada bidang seni rupa.

Baca juga  Long Weekend, Wisatawan di Jalur Puncak Diprediksi Meningkat

Dalam aktivitas kemasyarakatan, Ismail juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang menyasar pengembangan sumber daya manusia, khususnya kalangan generasi muda. Ia beberapa kali berkolaborasi dengan lembaga dan komunitas kepemudaan untuk menggelar kegiatan berbasis literasi dan pengembangan potensi anak muda.

Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah penyediaan ruang baca publik gratis melalui Taman Baca Rakyat dalam kegiatan Car Free Day (CFD). Bersama komunitas pemuda, ia menyediakan ratusan buku bacaan yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Menurut Ismail, pencalonannya sebagai anggota BPD tidak semata-mata berkaitan dengan terpilih atau tidak terpilih. Ia menyebut kontribusi kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai ruang.

“Bila terpilih, saya akan memiliki ruang yang lebih luas untuk ikut berperan dalam perencanaan dan pembangunan lingkungan. Namun, ketika tidak terpilih pun, manusia adalah makhluk sosial yang tetap harus saling memberi manfaat, kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun,” ujarnya.

Baca juga  Perolehan PAD Kecamatan Ciseeng Rendah

Ismail mengatakan sejumlah gagasan yang ingin didorongnya antara lain penguatan literasi masyarakat, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam kehidupan desa, serta penguatan kepedulian sosial dan kemanusiaan.[] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top