Kab. Bogor

Debu Masuk Ruang Kelas, Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Jagabaya 01 Terganggu

BOGOR-KITA.com, PARUNGPANJANG – Polusi debu dari proyek perbaikan Jalan Raya Bunar–Parungpanjang yang masuk hingga ke ruang kelas SDN Jagabaya 01, Kecamatan Parungpanjang, mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.

Selain membuat ruang kelas dan lingkungan sekolah menjadi kotor, debu tersebut juga diduga memicu gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), yang dialami sejumlah siswa maupun tenaga pendidik.

Guru SDN Jagabaya 01, Winda Nurmala Sari, mengatakan debu berasal dari proyek rekonstruksi jalan yang hingga kini belum rampung. Letak sekolah yang berada tepat di tepi jalan membuat debu mudah masuk ke lingkungan sekolah.

“Proyek perbaikan jalan belum selesai dan sekolah kami posisinya persis di pinggir jalan raya. Kami berharap pelaksanaan proyek jalan segera diselesaikan dan dilakukan penyiraman secara rutin pada pagi, siang, dan sore hari,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Baca juga  Jaga Kebugaran, Wakil Bupati Bogor Sempatkan Bermain Tenis  

Menurut Winda, selain mengotori sarana dan prasarana sekolah, polusi debu juga menyebabkan banyak siswa jatuh sakit. Hampir di setiap rombongan belajar (rombel) terdapat siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran karena mengalami gangguan kesehatan.

“Lumayan banyak siswa yang sakit hingga tidak bisa mengikuti pelajaran. Umumnya mengalami batuk dan radang tenggorokan. Kami berharap pelaksana proyek maupun pemerintah segera memberikan perhatian serius,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, debu dari proyek rekonstruksi jalan yang belum selesai memang sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kondisi tersebut tetap dirasakan meski para guru dan siswa telah menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah.

Salah seorang siswa kelas VI SDN Jagabaya 01, Wendi, mengaku mengalami batuk akibat paparan debu. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat proses belajar menjadi tidak nyaman.

Baca juga  Pertanian dan Kehutanan IPB Peringkat 59 Dunia

“Nggak nyaman belajarnya. Saya jadi batuk-batuk dan sesak napas. Harapannya jalan disiram supaya nggak berdebu,” ucap Wendi.

Hingga berita ini ditulis, redaksi belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak pelaksana proyek jalan yang bernilai puluhan miliar rupiah tersebut terkait keluhan warga sekolah. [] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top