Proyek Rekonstruksi Jalan Parungpanjang–Bunar Disorot Warga, Pelaksana Tegaskan Pekerjaan Sesuai Desain
BOGOR-KITA.com, PARUNGPANJANG – Pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Raya Parungpanjang–Bunar milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat perhatian dari sejumlah warga. Mereka mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait penggunaan material perkuatan jalan.
Proyek yang berada di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat tersebut sebelumnya disebut menggunakan spesifikasi yang berbeda dibanding pekerjaan pada ruas jalan yang sama di masa lalu. Namun, di lapangan muncul pertanyaan dari sebagian warga mengenai penggunaan material agregat dalam pekerjaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Lapangan PT Giri Jaya Putra, Luthfi Panji, menegaskan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan desain yang telah ditetapkan.
“Rekonstruksi ini mengikuti desain. Ada tiga lapis perkuatan, yaitu agregat kelas A, FC 10, dan FS 45,” kata Luthfi kepada wartawan, Rabu (11/6/2026).
Ia juga mempersilakan masyarakat untuk melihat langsung proses pekerjaan di lapangan.
“Semua kami laksanakan sesuai desain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat langsung saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek rekonstruksi Jalan Parungpanjang–Bunar dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Barat dengan nilai kontrak lebih dari Rp60 miliar dan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Perhatian warga terhadap proyek tersebut disebut tidak terlepas dari kondisi ruas Jalan Parungpanjang yang pada masa lalu kerap mengalami kerusakan setelah dilakukan perbaikan. Ruas jalan ini juga dikenal sebagai jalur yang dilintasi kendaraan angkutan bertonase besar, termasuk truk pengangkut material tambang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait pengawasan mutu pekerjaan proyek tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi untuk melengkapi informasi dalam pemberitaan ini.[] Fahry
