Nasional

IPB University Gandeng Ditjen Perhubungan Laut Tingkatkan Literasi SDM Kepelabuhanan dan Transportasi Laut

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University menggelar training Digitaliasasi Pelabuhan. Pelatihan ini menggandeng Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Kepala PKSPL IPB University, Dr Yonvitner mengatakan, kegiatan pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia kepelabuhanan merupakan perjalanan yang sangat panjang. Ia menerangkan, hal tersebut dibuktikan dari lahirnya kajian atau latihan-latihan yang sifatnya tematik seiring dengan perkembangan global.

“Penguatan literasi dan update pengetahuan harus seiring dengan laju perkembangan teknologi digital,” terang Dr Yonvitner, dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.  Sebab, katanya, teknologi digital bukan barang baru pada tata kerja aktivitas pelabuhan dan logistik. Ia pun menyebut, agenda pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) salah satu diantaranya adalah penguatan literasi digital.

Baca juga  Mahasiswa IPB University Raih Penghargaan Internasional Pengembangan Produk Pangan

“Artinya kita sudah memasuki satu fase dimana teknologi digital mengambil peranan penting dalam menunjang proses-proses kehidupan, industri, juga bisnis,” kata Dr Yonvitner. Ia melanjutkan, dengan demikian, kita harus ikut serta dalam menyusun mekanisme agar tidak tertinggal dari derasnya perkembangan teknologi digital. “Kita berharap adaptasi teknologi digital segera meresap sampai menjadi bagian tak terpisahkan dari kita. Pengembangan SDM merupakan titik kunci guna terselenggaranya percepatan pembangunan ekonomi nasional,” pungkas Dr Yonvitner.

Ia melanjutkan, tujuan dari training ini adalah memberikan pengetahuan dan praktik-praktik terkini dalam perencanaan, operasional dan pengembangan pelabuhan dengan menerapkan digitalisasi. Pelatihan ini juga digelar guna menghadapi era industri 4.0 dan digitalisasi sistem logistik maritim dengan presisi tinggi menggunakan teknologi digital maju. Teknologi yang dimaksud antara lain internet of things (IOT), artificial intelligence (AI) dan blockchain yang bisa menjamin kecepatan, akurasi, presisi, real-time, keaslian dan tranparansi.

Baca juga  Investasi Stagnan Akibat Paket Regulasi Tidak Efektif

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Kepelabuhanan, Ir Subagyo. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa globalisasi dan digitalisasi adalah suatu kegiatan yang berlangsung tanpa barrier dan tanpa batas (borderless). Saat ini, lanjutnya, masyarakat menuntut agar pelayanan publik menjadi lebih mudah, transparan dan terbuka.  “Sehingga keberadaan teknologi informasi digital menjadi hal yang harus dipersiapkan oleh semua lini pelayanan publik termasuk Kementerian Perhubungan,” terang Subagyo. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top