Warga Desa Sukamulya gelar aksi untuk tuntut perbaikan jalan, Minggu (1/3/2020).

Warga Desa Sukamulya Tuntut Perbaikan Jalan Ruas Cicangkal Legok

BOGOR-KITA.com, RUMPIN – Kesal dengan kondisi jalan hancur tanpa perhatian, warga Desa Sukamulya melakukan aksi guna menyampaikan protes terhadap kerusakan jalan yang menjadi penghubung Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tanggerang tersebut.

Aksi protes dilakukan warga dengan cara menanam sebuah pohon pisang di tengah jalan. Tak cukup di situ, warga juga menebar ikan di lubang – lubang jalan yang dipenuhi air bercampur lumpur. Puluhan kemudian warga asyik berburu ikan di tengah kubangan air keruh tersebut, Minggu (1/3/2020).

Menurut Anto (28) warga RT 06 RW 01 Desa Sukamulya, kerusakan jalan sepanjang kurang dua kilometer tersebut sudah lama terjadi dan sudah bukan merupakan rahasia umum. Padahal menurutnya, jalan milik Pemkab Bogor tersebut, lokasinya tidak jauh dari ibu kota negara dan sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan.

“Kondisi jalannya rusak parah, banyak kubangan air bercampur lumpur ketika musim hujan. Padahal jalan ini adalah akses utama yang menghubungkan warga Desa Dangdang, Legok, Tanggerang dengan Desa Sukamulya, Rumpin Kabupaten Bogor,” ungkap Anto.

Sementara tokoh muda Kecamatan Rumpin Junaidi Adi Putra mengungkapkan, masyarakat Desa Sukamulya sebenarnya sudah beberapa kali mendengar informasi terkait rencana pembangunan jalan tersebut. Namun hingga saat ini, tidak pernah terealisasi. “Entah apa yang menyebabkan pihak Pemkab Bogor tidak memperhatikan jalan utama kelas kabupaten tersebut,” ungkapnya.

Nurul Ahyar selaku staf Seksi Pembangunan Kecamatan Rumpin mengatakan, sekitar tahun 2017 memang pernah ada rencana pembangunan jalan ruas Cicangkal Legok tersebut. Namun rencana tersebut batal karena ada kendala teknis di lapangan yang tidak bisa dijelaskan secara utuh. “Tapi untuk tahun 2020 ini, rencananya akan ada kegiatan perawatan jalan tersebut,” ungkap Uyung sapaan akrab Nurul Ahyar.

Sementara untuk rencana peningkatan jalan tersebut, sambung Uyung, rencananya baru akan dilakukan pada tahun anggaran 2021 mendatang dengan betonisasi. Dia mengatakan, rencana tersebut sudah masuk dalam musrenbang kecamatan dan sudah masuk ke dalam SIMRAL.

“Jadi tahun 2019 ini rencana kegiatannya perawatan. Sedangkan peningkatan jalan akan dilakukan pada tahun berikutnya yaitu tahun anggaran 2021.” Pungkas Uyung. [] Fahry

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *