Uji Kompetensi Wartawan di kota bogor

Uji Kompetensi Wartawan Dilakukan Berjenjang Terhitung 2019

BOGOR-KITA.com – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan salah satu syarat untuk mengukur kapasitas atau kompetensi seorang wartawan. Namun, pada tahun 2019 mendatang UKW ini harus dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Muda, Madya sampai Utama. Keputusan itu berdasarkan pada Peraturan Dewan Pers No.4/XII/2017 atas perubahan pada peraturan sebelumnya No. 1/II/2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan.

Wartawan Muda adalah wartawan yang sehari-hari bertugas di lapangan, meliput dan menulis berita hasil liputannya. Wartawan Madya adalah redaktur, kordinator liputan dan/atau redaktur pelaksana (redpel).Wartawan Utama adalah redpel senior, wakil pemimpin redaksi, dan pemimpin redaksi.

Saat ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor sedang melaksanakan UKW yang digelar selama dua hari pada 19-20 Desember 2018 di Hotel Ririn, Kecamatan Bogor Timur, serta dihadiri langsung oleh Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, Ketua PWI Kota Bogor, Aritha Utama Surbakti, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo dan Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Bogor, H. Danang Donoroso dan dibuka oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia UKW, Muhammad Yusuf mengatakan, UKW di Kota Bogor ini persiapannya kurang dari satu bulan. Di Jawa Barat, hampir semua PWI sudah melaksanakan dan Kota Bogor sebagai rangkaian penutup pelaksanaan UKW dengan angkatan ke-25.

“Ada 42 peserta yang mengikuti kegiatan dan dibagi dalam tiga kelompok yakni kelas Utama 14 peserta, kelas Madya 14 peserta dan kelas Muda 14 peserta. Terlihat, dalam waktu yang singkat, animo wartawan di Kota Bogor ini sangat besar apalagi memang terbatas. Mudah-mudahan semua lulus semua,” ucapnya, Rabu (19/12/18).

Sementara itu, UKW yang bertemakan Eksistensi Media dan Wartawan Dalam Mencegah Korupsi dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Pada kesempatan itu, Bima mengajak kepada rekan-rekan wartawan untuk bersama-sama ikhtiar dalam meningkatkan profesionalisme satu sama lainnya.

“Profesionalisme wartawan yang teguh pada kode etik jurnalistik dalam membawa kepentingan umum, itu akan membuat sebuah rel yang kuat bagi pemerintah juga untuk memperjuangkan kepentingan umum. Jadi Saya kira rekan-rekan disini punya keterampilan yang sudah sangat baik, ya tinggal yang lebih kepada aspek-aspek. Jadinya apa news value news value, kemudian teknik-teknik menulisnya gitu,” katanya. []  Fadil



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *