Kab. Bogor

Tiga Bulan Tak Pernah Menang, Persikabo 1973 Bersiap Tinggalkan Liga 1 Indonesia

Foto Persikabo

BOGOR-KITA.com, TANGERANG – 10 pertandingan tak pernah menang, terakhir menelan kekalahan atas Dewa United 1-2 di Indomilk Arena, Kamis (7/3/2024) sore membuat Persikabo 1973 kian terpuruk menempati lantai dasar klasemen Liga 1 Indonesia 2023/2024.

Di atas kertas, masih tersisa enam pertandingan masih ada peluang keluar dari zona degradasi. Tapi melihat kenyataan di lapangan, tercatat dalam tiga bulan terakhir Laskar Padjadjaran tak pernah memetik kemenangan atas lawan-lawannya di Liga 1 Indonesia.

Terakhir Andy Setyo dan kawan-kawan memetik kemenangan pada 4 November 2023, saat menekuk RANS Nusantara 2-1. Untuk menghindar dari degradasi Persikabo yang sekarang berada di urutan 18 dari 18 klub peserta, harus memenangkan enam pertandingan sisa.

Baca juga  Camat Parungpanjang Paparkan Urgensi Jalan Tambang

Pertanyaannya, mungkinkah dengan situasi pemain dan tim seperti sekarang ini?

Sangat berat, tak heran kalau banyak fans Persikabo 1973 sudah pasrah dan merelakan tim kesayangannya harus turun kasta ke Liga 2 Indonesia.

“Liga Pegadaian? It okay,” komentar @kabomaniacilebut di instagram @officialpersikabo. “Liga 2 nyata!,” timpal @serdadumerahputih_1954.

Kekalahan atas Dewa United semakin memperlihatkan betapa para pemain Persikabo 1973 kehilangan semangat untuk bangkit. Mereka seperti tengah bersiap dan pasrah menuju Liga 2 Indonesia, alias terdegradasi.

“Saya kecewa performa pemain-pemain pada babak pertama dan kembali lagi ini kekalahan yang memilukan. Setelah kekalahan lawan Borneo dan Madura United, pemain sudah latihan keras untuk memperbaiki,” ungkap Aji Santoso, pelatih Persikabo 1973.

Baca juga  Operasi Yustisi di Cileungsi, 118 Pelanggar Prokes Kena Tegur Petugas

“Tapi kesalahan demi kesalahan lini belakang terjadi kembali dan saya benar-benar kecewa,” sambung Aji.

Aji mengungkapkan, bertanggung jawab atas kondisi tim sekarang ini. “Saya sebagai pelatih sudah melakukan upaya perbaikan dan pemain yang menentukan saat pertandingan di lapangan. Sekali lagi, saya bertanggung jawab atas sejumlah kekalahan ini,” tutur Aji.

Aji juga merasa sudah berat untuk bisa lolos dari degradasi. “Melihat kenyataan tim-tim urutan 15 sudah mengumpulkan 30 angka keatas, sehingga satu kemenangan lagi mereka sudah tidak bisa terkejar dan bagi kami memang sangat berat,” ucap Aji. [] Anto

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top