Bima Arya dalam Rapat Paripurna bersama para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Jumat (8/3/2019).

Semua Indeks Pembangunan Kota Bogor Meningkat

BOGOR-KITA,com – Selain menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2018, Wali Kota Bogor Bima Arya juga memaparkan laporan Akhir Masa Jabatan (AMJ) dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Jumat (8/3/2019).

Menurut Bima Arya, sepanjang 2014 hingga 2018 kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Bogor bersama masyarakat mencatatkan beberapa capaian penting bagi perkembangan Kota Bogor ke depan.

“Misalnya, Indeks Pembangunan Manusia dalam empat tahun terakhir ini tumbuh 3,59 poin dari 72,57 di 2013 menjadi 75,16 di 2017. Rata-rata lama sekolah telah menambah angka 10,29 tahun pada 2017, sementara 2013 baru 9,96 tahun. Harapan lama sekolah di 2017 dengan angka 13,37 tahun, sedangkan pada 2013 di angka 9,96 tahun,” ungkap Bima.

Angka harapan hidup pada 2017 berada di angka 73,01 tahun sedangkan pada 2013  adalah 72,57 tahun. Pengeluaran per kapita tahun 2017 berada pada kisaran angka 10.940 sedangkan pada tahun 2013 baru berada pada kisaran 10488,49.

Persentase penduduk miskin terhadap total penduduk di tahun 2018 berada pada angka 5,93 persen dari jumlah penduduk kota Bogor persen atau bertambah dibandingkan tahun 2013 yang masih berada pada kisaran 8,19 persen. Kurangi jumlah selisih anggaran untuk tahun 2018, Kenaikan mencapai Rp426 miliar lebih.

Dalam empat tahun terakhir pun, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor mencapai di atas 6 persen. Tertinggi pada 2016 yang laju pertumbuhan ekonominya mampu mencapai 6,73 persen. Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor tumbuh sekitar 67,6 persen dari sekitar Rp 544 miliar pada 2014 menjadi sekitar Rp 913 miliar pada 2018.

Proporsi kenaikan Belanja Langsung sepanjang tahun 2014-2018 lebih besar dibandingkan dengan perolehan Belanja Tidak Langsung pada masa pemerintahan sebelumnya.

“2016 menjadi tahun yang istimewa juga bagi pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, kompilasi penghargaan sebagai Kota Tercinta di Dunia berhasil diraih. Diraihnya predikat ini merupakan peluang yang sangat berharga untuk kepentingan rasa kepedulian dan rasa kecintaan warga terhadap kotanya sendiri.” terangnya.

“Pada sektor olahraga, di PORDA 2018, duta-duta olahraga Kota Bogor berhasil memperbaiki peringkat akhir Kota Bogor menjadi peringkat keempat dengan raihan kemenangan 57 Emas, 35 Perak dan 71 Perunggu, dibandingkan capaian peringkat kelima di PORDA 2014,” tambah dia.

Dan untuk kali pertama, kata Bima, Pemerintah Kota Bogor telah memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun 2016. “Alhamdulilah prestasi ini, kita pertahankan di tahun 2017 dan insyaAllah pada tahun ini pun predikat WTP akan tetap kita pertahankan.” katanya.

Untuk kali pertama pula, penilaian dari Kementrian Menpan-RB terhadap Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). “Kota Bogor di 2016 dan 2017 dapatkan predikat B setelah hampir tidak pernah beranjak dari predikat CC selama 10 tahun terakhir,” terang Bima.

Penerapan Sistem Satu Arah – Kebun Raya Bogor telah mendukung Peningkatan pada 35 ruas jalan kawasan seputar KRB. Sebelumnya 18 ruas jalan pada kondisi kritis dan setelah diberlakukan SSA, ruas jalan yang kritis tinggal 9 ruas. Sekaligus mendorong penghematan waktu tempulh keliling KRB pada jam sibuk dan kemacetan berkurang pada beberapa titik seperti Jalan Juanda, Simpang BTM, Simpang Tugu Kujang dan Simpang Pasar Bogor.

Sampai dengan akhir tahun 2018, seluruh angkot yang terdata di Kota Bogor sudah tergabung dalam badan hukum. yaitu 20 Badan Hukum angkutan kota yang terdiri dari 14 Koperasi dan 6 Perusahaan yang menaungi sekitar 3.412 unit angkutan kota.

Jumlah TPST 3R di tahun 2018 telah mencapai 26 buah atau naik lebih dari 50 persen dibandingkan jumlah TPST 3R di tahun 2014 yang baru mencapai 12 buah. Bank Sampah di tahun 2018 telah mencapai 253 unit atau naik hampir 2430 persen dibandingkan jumlah bank di tahun 2014 yang baru mencapai 10 unit. “Pada 2016, kami menerima Sertifikat Adipura atas kolaborasi bersama terhadap penanganan sampah dan penanggulangan kebersihan di Kota Bogor,” imbuhnya.

Luas Ruang Terbuka Hijau di tahun 2018 mencapai kurang dari 418 ribu meter persegi, meningkat dari luas RTH di tahun 2014 yang baru mencapai kurang dari 409 ribu meter persegi. Jumlah taman di tahun 2018 mencapai 223 titik lokasi, naik dari jumlah taman di tahun 2014 yang baru tergantung di 13 titik lokasi taman.

“Di tengah berbagai perdebatan tersebut, kami membahas beberapa pekerjaan rumah yang diambil dan Insya Allah dengan kerja keras kita bersama, kita akan menuntaskan PR-PR tersebut pada lima tahun mendatang. Kami meminta maaf jika seluruh pencapaian dan pencapaian tersebut tidak dapat memenuhi harapan seluruh warga kota Bogor. Insya Allah, di tahun-tahun mendatang kami berlari memperkuat kolaborasi, dan memperkuat komitmen bersama untuk menyelesaikan PR-PR menuju Bogor yang jauh lebih baik,” pungkasnya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *