Nasional

Ramadhan Bulan Mustajabnya Doa, Benarkah?

Oleh: Deo A. Pramadhan

(Penyuluh Agama Islam, Kemenag Kabupaten Situbondo)

BOGOR-KITA.com – JAKARTA – Ramadhan, seperti yang kita ketahui adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah, bulannya orang berpuasa, bulannya orang beribadah. Namun karena pandemi Covid-19, Ramadhan kali ini terasa sepi, tak lagi terlihat kemeriahan dan keceriaan dalam berbondong – bondong untuk sekedar berangkat ngabuburit, buka bersama, ataupun berangkat ke masjid untuk tarawih. Ada suasana yang kurang, jika dibandingkan dengan Ramadhan tahun – tahun sebelumnya. Ya, Ramadhan tahun ini keadaan memang tak seperti Ramadhan yang lalu – lalu, meski begitu, semangat ibadah harus tetap menggebu – gebu. 

Ramadhan adalah bulan yang tidak hanya melatih umat manusia untuk senantiasa tidak tamak, berperilaku jujur, dan dapat mengendalikan hawa nafsu, melainkan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan yang juga bisa mengedukasi manusia untuk berlatih mendekatkan diri dengan pencipta. Ada juga yang mengartikan Ramadhan dengan kalimat membakar, yaitu membakar dosa di masa lampau. Jika dosa di masa lalu sudah terbakar dengan keberkahan Ramadhan, ujian kita kini ialah melatih diri menghadapi Ramadhan di tengah pandemi covid-19 ini. Mampukah kita menjalaninya sembari mengetuk pintu langit dan menguatkan doa bersama? 

Baca juga  Ramadan, Pemkot Bogor Ganti Apel Jadi Pengajian di Masjid

Berbagai peristiwa di bulan Ramadhan juga menandakan keistimewaannya, contoh; Pelantikan Nabi dan Rasul di bulan Ramadhan, Perang Badar yang jumlah kaum muslimin lebih sedikit mampu mengalahkan pasukan kafir quraisy  yang jumlahnya jauh lebih banyak dengan izin Allah (semua peperangan di bulan Ramadhan adalah kemenangan umat islam), dan turunnya Al Quran juga di bulan Ramadhan. Oleh karenanya, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan Al Quran.   

Perlu kita ingat kembali bahwasanya firman Allah pada QS Al Baqoroh:186

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Yang artinya: Dan apabila hamba – hamba-KU bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Baca juga  Selama Ramadhan, KTKB Libur

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengetuk pintu langit, terlebih dari ayat di atas, Allah Subhanahu wa ta’ala menegaskan kedekatanNya dan juga janjiNya kepada orang yang selalu berdoa. Yang pertama; menguatkan doa – doa di waktu utama terkabulnya doa, seperti di waktu sahur (sepertiga malam), di waktu sedang berpuasa, dan di waktu berbuka puasa. Kedua; mengetahui jenis bentuk doa, ada doa yang dipanjatkan dalam bentuk komat – kamit di mulut saja, membaca doa jelas berbeda dengan berdoa, membaca doa hanya sekedar membaca di lisan, tidak diikuti dengan hati, lalu ada doa yang dipanjatkan dengan bentuk ketaatan, mendekati perintahNya dan menjauhi laranganNya adalah doa dalam bentuk ketataan, dan ada pula doa yang dipanjatkan dalam bentuk kesiapan. Kita pilih yang mana? Sebab selama ini kita didekte oleh nafsu dalam berdoa.

Baca juga  Jelang Ramadhan, Dedie A.Rachim Tinjau Pasar Kebon Kembang

Saat ini, pada bulan mulia Ramadhan, tidak ada satupun alasan untuk tidak berdoa dan meninggalkan ibadah. Allah Subhanahu wa ta’ala sedang mengajari kita agar tidak putus dari rahmatNya.

Musibah atau pandemi covid – 19  adalah ujian dan ada hikmahnya, Allah Subhanahu wa ta’ala ingin menaikkan kelas spiritual kita, dan tentunya semoga kita semua bisa lulus melewati ujian ini dengan baik.[]

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top