Kota Bogor

Progres Pedestrian Seputar KRB, Masih Menunggu Finishing Jalur Difable

BOGOR-KITA.com – Pedestrian di seputar Kebun Raya Bogor (KRB) sudah mencapai 90%. Meski demikian, ada beberapa titik pembangunan jalur difabel yang belum rampung. Masih ada sekitar 30 titik tiang dan pohon yang harus dirapikan guna membersihkan jalur difabel.

Demikian paparan perkembangan pedestrian dalam Briefing Staf, Selasa (13/12/2016), di Balaikota Bogor. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, Bima menyatakan ketegasannya. Bima memastikan tidak akan melakukan peresmian pedestrian sebelum jalur difable dibersihkan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Disbima & SDA) Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan, pembangunan pedestrian seputar KRB sudah 90 persen hanya tinggal finishing yakni perapihan dan perbaikan di beberapa titik terutama tiang dan pohon yang mengganggu jalur difable sekitar 30 titik yang berada di Jalan Otista dan Jalan Juanda. Hal tersebut dikarenakan posisi pohon dan JPU nya sendiri tidak beraturan sehingga pada saat dibangun jalur difable ada satu titik yang bertabrakan.

Selain pembersihan jalur difable, Briefing staf menyoroti perihal aspek perawatan pedestrian. Selama ini, meski belum resmi di-launching, pedestrian di seputar KRB sudah ramai dipakai masyarakat. Mulai dari berolah raga, hingga sekedar berjalan kaki. Selama ini, petugas kebersihan yang ditugaskan menjaga perawatan hanya satu orang.

“Saya tidak bisa membayangkan jika pedestrian seputar KRB hanya dikerjakan manual oleh petugas,” terang Bima.

Kepala Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Naufal Isnaeni mengatakan, Pembangunan Tepas Salapan Lawang Dasakerta (TSLD) dilakukan Pemerintah Pusat melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan sudah ada kewajiban pemeliharaan kontraktor sampai enam bulan (Juli 2017) setelah selesai pembangunan. Maka peralihan akan dilakukan kontraktor sedangkan setelah enam Bulan selesai pengelolaan TLSD dibagi ke beberapa dinas terkait.

“Bangunan TLSD, Kebersihan dan PJU oleh DKP Kota Bogor sedangkan pedestriannya oleh Disbima & SDA Kota Bogor,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bima juga menyoroti perihal launching TSLD. Bima mengatakan, Tepas Salapan merupakan kebanggaan bersama yang harus dijaga sama-sama. Namun masih terdapat beberapa catatan evaluasi yang perlu ditekankan terutama dalam hal aspek pengawasan.

“Dilihat dari jarak dekat, tiang Tepas Salapan masih belum rapi alias masih kasar padahal anggaran TSLD besar tetapi diujung-ujung seperti belum selesai,” ujar Bima. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!