Regional

Program OVOC Kolaborasi IPB University, Pemprov Jabar dan PT Astra Internasional Tbk Sukses Berdayakan Desa, Masyarakat Bisa Ekspor Hingga 11 Negara

OVOC

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Program One Village One CEO (OVOC) kerjasama IPB University, PT Astra International Tbk dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sukses berdayakan masyarakat desa. Dalam peresmian rumah produksi dan pelepasan ekspor komoditas hasil Desa Sukanagalih, program OVOC mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Bahkan mampu memasarkan produk dan inovasinya ke pasar dunia.

Desa Sukanagalih, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjadi salah satu desa binaan IPB University dan PT Astra. Desa Sukanagalih benar-benar mampu memanfaatkan potensi lokal sumberdaya alam di daerahnya. Dari tangan-tangan produktif masyarakatnya, berbagai produk dihasilkan.

Produk yang dihasilkan antara lain media tanam dan poteri dengan bahan sabut kelapa dan lumut, pupuk organik, beragam tanaman hias, serta berbagai olahan pangan dari jahe, arbei, abon ikan dan keripik. Nama pertama menjadi produk unggulan Desa Sukanagalih, sebab produk tersebut menjadi market leader dalam pencarian di berbagai marketplace.

Baca juga  Covid-19 Jabar: Kota Bogor Tak Lagi Punya Catatan Buruk

“Dulu kami tidak punya produk unggulan. Namun setelah adanya program OVOC ini, bisa kami pastikan bahwa produk unggulan desa kami itu media tanam dan poteri. Di marketplace, jika mencari kata kunci ‘media tanam’, maka yang muncul paling atas adalah toko-toko masyarakat kami. Pencapaian ini murni karena kelebihan produk kami menjawab kebutuhan dan tren,” ujar Hamid, CEO Pa’ Tani saat berlangsung Pelepasan Ekspor Hasil Pendampingan Program  One Village One CEO (OVOC) ke 11 Negara yang digelar di Cianjur, Jumat (1/10/2021).

Produk tersebut telah menembus pasar ekspor hingga ke 11 negara. Yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Turki.

Baca juga  Penjemput Abu Bakar Ba'asyir Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen

Rektor IPB University, Prof Arif Satria merespon positif hal tersebut. Ia menyebut, saat ini desa merupakan pusat pembangunan yang perlu terus didorong. Terlebih di masa pandemi. Karenanya, momentum ini perlu diperkuat dengan inovasi perguruan tinggi.

“Desa ini adalah masa depan kita. Momentum ini kita manfaatkan dengan percepatan inovasi yang ada di kampus untuk memperkaya karya di masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan, swasta dan pemerintah daerah ini akan menjadi satu kolaborasi yang baik,” kata Prof Arif.

Hal senada disampaikan Bondan Susilo, Head of CSR Operation PT Astra International Tbk. Ia mengatakan, produk unggulan desa menjadi kunci penggerak ekonomi desa. Karenanya, penting bagi setiap daerah memetakan dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

“Dengan demikian, nantinya diharapkan dana desa juga bisa terserap maksimal. Sehingga ekonomi masyarakatnya bisa terangkat,” terang Bondan.

Baca juga  Kementerian PUPR Responsif Perbaiki Jalan Raya Kemang Parung

Staf Ahli Bupati Cianjur, Dudun Abdullah yang mewakili Bupati Cianjur dalam peresmian itu menuturkan, Kabupaten Cianjur sangat mendukung program kerjasama IPB University dan PT Astra itu. Pasalnya, sektor pertanian merupakan potensi unggulan bagi Cianjur. Dengan program OVOC ini, ia berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki situasi sulit akibat pandemi.

“Semoga di masa mendatang kita dapat meningkatkan kerjasama kita. Sebab tanpa kebersamaan kita akan sulit mencapai harapan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet yang didampingi Handian Purwawangsa, SHut, MSi, Asisten Direktur Pengembangan Karir serta Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr Berli Hamdani. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top