Presiden AS Donald Trump

Positif Covid-19 di AS Tembus Angka 2 Juta, Dituding Akibat Pelonggaran,  

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Amerika Serikat mencapai tonggak suram, setelah 2 juta warganya terjangkit virus corona (Covid-19). AS menjadi negara besar yang paling terpukul atas pandemi ini.

Menurut hitungan Universitas Johns Hopkins, Rabu (10/6/2020), lebih dari 2 juta kasus Covid-19 kini telah didiagnosis di Amerika Serikat. Lebih dari 533.000 pasien telah pulih dari penyakit yang sangat menular, sementara setidaknya 112.924 telah meninggal.

Amerika Serikat, sejauh ini, adalah negara yang paling parah di dunia yang terpapar corona. New York memiliki jumlah kasus Covid-19 dan kematian tertinggi dibanding negara bagian AS mana pun.

Sebuah analisis ABC News telah menemukan, setidaknya delapan negara bagian di seluruh negeri – termasuk Arizona, Arkansas, Mississippi, North Dakota, South Carolina, Tennessee, Texas dan Utah – mengalami peningkatan rawat inap terkait virus corona sejak 25 Mei.

Para pejabat publik kesehatan atau pakar lokal di banyak negara bagian mengatakan kepada ABC News, mereka menganggap kenaikan itu terkait dengan pembukaan kembali ekonomi atau pengabaian pedoman jarak sosial, termasuk tidak memakai masker.

Baca juga  Audit Syariah Tingkatkan Kepercayaan Penggunaan Produk dari Lembaga Keuangan Syariah

Peningkatan rawat inap juga terjadi hampir dua minggu, setelah akhir pekan Memorial Day, ketika beberapa orang terlihat melanggar aturan jarak sosial di bar-bar ramai dan pesta biliar, yang menurut para ahli kemungkinan besar berkontribusi pada lonjakan tersebut.

Sementara itu, terlalu dini untuk mengukur dampak protes nasional dan kerusuhan sipil, terhadap peningkatan jumlah warga yang terinfeksi Covid-19.

Sejak muncul kasus pandemi Corana-19 di Cina pada bulan Desember 2019, virus ini dengan cepat menyebar ke setiap benua kecuali Antartica. Secara global, lebih dari 7,3 juta orang telah didiagnosis terserang Covid-19 dan lebih dari 416.000 di antaranya telah meninggal.

Jumlah aktual diyakini jauh lebih tinggi karena kekurangan pengujian. Banyak kasus dan kecurigaan yang tidak dilaporkan bahwa beberapa pemerintah menyembunyikan ruang lingkup wabah negara mereka.

Brasil memiliki jumlah kasus Covid-19 terdiagnosis tertinggi kedua dengan lebih dari 772.000 orang. Namun, Inggris mempertahankan jumlah Covid-19 kematian tertinggi kedua dengan lebih dari 41.000. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *