Penerapan aplikasi SPSE 4.3 menjadi langkah kongkrit Pemkot Bogor untuk mendorong pelayanan publik lebih transparan serta persaingan usaha yang sehat," kata Sekda Ade Sarip dalam sosialisasi aplikasi SPSE 4.3 di Balaikota, Bogor, Senin (27/8/2018).

Permudah Proses Tender, Pemkot Sosialisasi Aplikasi SPSE 4.3

BOGOR-KITA.com – Bagian Administrasi Pembangunan Pengadaan Barang Jasa (Adbang PBJ) Setda Kota Bogor menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) versi 2.3 dan aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4.3 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jalan. Ir Juanda, Kota Bogor, Senin (27/8/2018).

Fitur-fitur yang ada di dalam Aplikasi SPSE Versi 4.3  sudah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kepala Bagian Adbang PBJ Setda Kota Bogor Rahmat Hidayat mengatakan, dalam SPSE 4.3 diatur Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Keranfgka acuan itu diinput langsung dari OPD-nya, baru kemudian dilelangkan. Perubahan ini sekaligus membuat hilangnya penyampaian berkas secara manual.

Hal ini tentunya membuat proses tender atau lelang untuk pengadaan barang atau jasa bisa lebih menghemat kertas, waktu menjadi lebih efisien dan tentunya mudah. Sehingga bisa meminimalisir gagal lelang yang kerap terjadi.

“Salah satu kendala mengapa selama ini terjadi gagal lelang, adalah karena ada keterlambatan dari pengiriman berkas, ketika berkas dikirim tidak langsung tayang tetapi harus dikaji manual, nanti berkirim surat lagi itu yang bikin lama,” jelasnya.

Rahmat juga menjelaskan apa yang disebut dengan SIRUP 2.3. Dikatakan,
SIRUP sudah mulai berjalan sedangkan untuk SPSE 4.3 diharapkan sudah bisa diterapkan di seluruh OPD pada 2019 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, penerapan SPSE menjadi langkah kongkrit Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak 2006 untuk mendorong pelayanan publik lebih transparan serta persaingan usaha yang sehat.

Sistem ini tentu perlu disempurnakan disesuaikan dengan kemajuan teknologi untuk meminimalisir penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

“Anggaran belanja langsung Pemerintah Kota Bogor sudah lebih besar tinggal melakukan pengadaan yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat namun, setiap tahun selalu meninggalkan silpa yang besar. Saya harap dengan perubahan aplikasi ini bisa termonitor sejak dini setiap pengadaan, lelang dilaksanakan dengan baik dan memudahkan bagi mereka yang memenuhi syarat,” ujarnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *