Hukum dan Politik

Pengeroyokan Di Cigombong, Korban Mengadu Ke Sembilan Bintang and Partner  

BOGOR-KITA.com – 21 Juli 2019 hari minggu sekitar jam 22.30 WIB, telah terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda Desa Pasir Jaya, Kecamatan  Caringin, Kabupaten Bogor.

Hal ini bermula, di saat korban sedang bekerja sebagai tukang parkir di salah satu mini market kawasan Cigombong.

Dimulai dari kesalahpahaman pelaku kepada teman korban, pelaku menganggap diledeki akibat teman korban menguap di hadapan para pelaku (sambil minum-minuman keras). 

Sehabis itu, pelaku mendatangi dan menyerang teman korban dan langsung menantang adu jotos, sehingga reflek seketika dari korban untuk menengahi percekcokan tersebut.

Namun sayang, baru satu kalimat dilontarkan korban (“ada apa kita selesaikan baik-baik ini salah paham”, ungkapan korban), para pelaku berjumlah 5 orang ini langsung menyerang korban tanpa basa – basi.

Korban dikerumuni sampai babak belur.

Dari kejadian tersebut, korban langsung meminta tolong ke Polsek Cijeruk, akhirnya pertolongan itupun dibuatkan produk hukum bernama Laporan oleh pihak reserse kriminal Polsek Cijeruk, sebagaimana Laporan Polisi No. LP/B/113/VII/2019/JBR/RES.BGR/SEK.CJR tertanggal 21 Juli 2019, dengan dugaan pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau penganiayaan berat sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170, Pasal 351 ayat (2),  Pasal 353 ayat (1), (2) KUH Pidana.

Baca juga  Sidang Pertama Praperadilan Digulirkan, Polsek Ciampea Mangkir

 Setelah 1 bulan lamanya, akhirnya pihak korban meminta bantuan hukum ke Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, dengan dasar bahwa pihak korban merasa tidak mendapatkan keadilan di dalam laporannya tersebut. Tidak ada progres report yang cukup & cakap dari pihak Reskrim Polsek Cijeruk berdasarkan hukum.

 “Dari dasar itu, kami siap mengawal penegakan hukum yang korban alami, supaya korban bisa merengkuh keadilan selaku pencari keadilan. Berdasarkan surat kuasa khusus yang dibuat pada tanggal 10 Agustus 2019, kami telah sah menjadi kuasa hukum korban,” kata Anggi Triana Ismail dalam keterangan persnya. 

Hasil dari investigasi tim Sembilan Bintang & Partners, sesuatu yang tidak logis (tidak ada relevansinya dengan kaidah hukum) tetapi bukan rahasia umum lagi, bahwa berdasarkan keterangan dari saksi-saksi dan alat bukti yang kami dapati ternyata salah satu pengeroyokan yang dilakukan pelaku kepada korban, diduga keras merupakan anak kandung dari Kepala Desa Pasir Jaya, yang bernama sdr. Muhammad Yogi Al Fajri.

Baca juga  Sembilan Bintang Somasi Desa Megamendung Bogor

 Dugaan sementara dari kami adalah, hal itu lah yang menyebabkan proses criminal justice system ini tersendat dan mangkrak tanpa progres.

 Padahal jika kembali kepada konspesi Hukum pidana, pihak penyidik harus segera membuat SPDP ke Kejaksaan RI sebagaimana Kitan Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan/atau Perkapolri No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan dan/atau Pekabareskrim No. 1,2,3,4 Tahun 2014.

Karena dua alat bukti permulaan sudah cukup, tinggal melakukan penangkapan & penahanan kepada para Tersangka.

 Namun fakta nya pihak penyidik Polsek Cijeruk tidak mengindahkan hal itu, sehingga telah menelantarkan hak pelapor yang memang membutuhkan kepastian hukum (recht zekerheids).

 Dari temuan tim Sembilan Bintang Law Firm, kami akan menyikapi tindakan penyidik Polsek Cijeruk yang diduga keras tidak profesional & tidak patuh terhadap konstitusi.

Baca juga  Sembilan Bintang Duga Pemerintah Desa Megamendung Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Apabila memang demikian benar alasan mangkraknya proses pemidanaan ini, diakibatkan oleh karena salah satu Tersangka adalah diduga anak Kades Pasir Jaya Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. [] Admin / Rilis Sembilan Bintang

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top