Pemkab Bogor Kerja Keras Dukung UMKM di Masa Pendemi

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bekerja dengan keras mendukung dan fasilitas UMKM agar tidak ikut terpuruk di masa pandemi sekarang ini.

Hal ini terungkap dari paparan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Bogor, Asep Mulyana Sudrajat dalam diskusi online bertajuk ‘Ekonomi di Masa Pandemi’ yang digelar API Talks, Senin (28/9/2020).

API Talks adalah sebuah wadah diskusi yang dibentuk oleh Akademi Pergerakan IPB 3.0 dan berada di bawah naungan Kementerian Kebijakan Nasional BEM KM IPB Kabinet Swara Cita.

Dalam diskusi itu hadir tiga pembicara. Yakni Bhima Yudhistira, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Asep Mulyana Sudrajat, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor dan Aditya Handoyo, Founder Petani Milenial.

Willy Azis, salah seorang panitia mengatakan, diskusi tersebut dilatari oleh  pertumbuhan ekonomi pada quartal atau Q-2 tahun 2020 yang menunjukkan angka negatif 5,3%.

Dalam diskusi itu, Asep Mulyana Sudrajat, mengkritik kebijakan pemerintah terkait koperasi. Dia juga mengungkap apa saja yang dilakukan Pemkab Bogor untuk mendukung UMKM yang merupakan fondasi ekonomi di masa pandemi.

Baca juga  Ini Faktor Kunci Bagi UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Keberadaan koperasi sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi untuk menyalurkan bantuan kepada para UMKM. Tetapi saat ini, ucap Asep, koperasi hanya menjadi pemberi data kepada pemerintah terkait UMKM yang terdampak pandemi.

“Selain itu UMKM sendiri didominasi oleh sektor mikro dan ultra-mikro yang un-bankable, sehingga stimulus lewat perbankan kurang efektif. Karena bank akan sangat selektif memilih debitur dan tidak mampu membantu 98% mikro dan ultra-mikro,” paparnya.

Dia memgungkapkan, pemerintah di berbagai daerah saat ini telah mengupayakan berbagai hal untuk mendukung UMKM di tengah pandemi. Seperti Pemkab Bogor, sambungnya, telah melakukan pemasaran melalui media online, mempersiapkan tempat pemasaran produk UMKM pada tempat perbelanjaan, serta melaksanakan bazar di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM. “Bazar tersebut dilaksanakan 7 Minggu setiap hari Senin, Selasa dan Rabu, dengan tema “Ekspresi pelaku UMKM di tengah pandemi,” ungkapnya.

Masih kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM, bazar yang diikuti 20 – 30 pelaku UMKM per-event tersebut, telah berhasil menumbuhkan pendapatan UMKM dengan rata-rata di atas Rp30 juta. Dalam kondisi saat ini, sambung Asep Mulyana,  masyarakat umum juga harus terus memberikan dukungan guna tumbuhnya perekonomian.

Baca juga  Pemkot Bogor Komitmen Gandeng Pelaku Bisnis Start UP dan UMKM

“Salah satunya dengan membeli berbagai produk produk UMKM, seperti slogan yang sering saya sampaikan yaitu bela dan beli produk UMKM untuk pemulihan ekonomi nasional, khususnya ekonomi di Kabupaten Bogor,” tukas Asep Mulyana. [] Fahry

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *