New Normal Sepakbola Perlu Stimulus

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Bila sektor budaya mendapatkan stimulus untuk bangkit paska pandemi, sepakbola juga perlu diberikan perhatian. Karena sepakbola melibatkan banyak sektor. Mulai dari ekonomi, sosial, dan budaya. Dari level makro dan mikro. Dari kalangan berada sampai rakyat jelata

Hal ini dikemukakan Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali, dalam webinar bertajuk “Sepakbola Nasional Paska Covid-19 Sudah Siapkah Bergulir Kembali?” yang digelar Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan Program Studi Kajian Wilayah Eropa, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia (SKSG UI), Kamis (11/6/2020).

Webinar yang diikuti lebih dari 500 peserta yang mayoritas stakeholder sepakbola nasional, dimoderatori oleh presenter Tio Nugroho. Tampil juga sebagai pembicara Ketua Umum PSSI, Komjen Pol (Pur) H. Mochammad Iriawan, Duta Besar RI untuk Jerman Dr. Arif Havas Oegroseno, Kasatgas Anti Mafia Sepak Bola Brigjen. Pol. Hendro Pandowo, Kaprodi Kajian Wilayah Eropa Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI Dr. Henny Saptatia Drajati Nugrahani, Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, dan General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman.

Baca juga  Pemain Tira Persikabo Kapten Timnas di Final Sepak Bola SEA Games Melawan Vietnam

Stimulus dari pemerintah bisa berupa kemudahan pemeriksaan dan rapid test sebelum dan sesudah pertandingan berlangsung, atau menggerakkan kehidupan perekonomian di sekitar stadion dengan protokoler kesehatan yang jelas dan tegas.

“Kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang tentunya akan mendapatkan perhatian masyarakat dunia. Ini bisa jadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sendi kehidupan bangsa sudah pulih seteah dihajar Covid-19,” kata Akmal.

New normal sepakbola nasional bukan sekedar hidup kembali setelah mati suri. Harus ada perubahan fundamental yang dilakukan, utamanya reformasi tata kelola sepakbola nasional agar lebih sehat, kompetitif, berkualitas, profesional dan bermartabat.

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional harus dijadikan pijakan.

“Semua elemen sepakbola harus mengambil hikmah dari Covid-19. Sepakbola Indonesia harus leih disiplin mulai dari pengurus, pemain, wasit, sampai suporter. Taat aturan dan tentunya meningkatkan kualitas agar bisa berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Perlu komitmen bersama bahwa football is our hope, not our job (sepakbola adalah harapan kita, bukan proyek kita,” kata Akmal. [] Hari 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *