Musim Hujan Datang, Warga Dihimbau Siaga Bencana

Ilustrasi

BOGOR-KITA.com  – Hujan dengan intensitas sedang mengawali siklus pergantian musim yang saat ini tengah terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menindalanjuti hal itu dengan mengeluarkan imbauan waspada bencana, khususnya kepada warga di 24 kecamatan di Kabupaten Bogor yang diketahui sebagai zona rawan bencana.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan DPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo, Minggu (21/12) menyebutkan beberapa wilayah di Kabupaten Bogor yang rawan bencana, antara lain, wilayah Kecamatan Babakanmadang, Cigudeg, Citeureup, Cisarua, dan Megamendung. Daerah ini dikenal rawan bencana alam. Tak jarang menelan korban jiwa,” katanya.

Pihak BPBD Kabupaten Bogor sendiri telah melakukan sejumlah persiapan guna melakukan tindak pertolongan cepat apabila terjadi bencana. Persiapan itu meliputi kesiagaan sumber daya manusia (SDM), peralatan, kendaraan, dan logistik. "Logistik dan semua peralatan kami siagakan dalam jumlah yang cukup. Kita juga sudah melakukan pengecekan dan semuanya sudah siap," tegas Budi.

Saat ini, kata Budi lagi, pihaknya sudah menyiagakan satgas yang dilengkapi peralatan. Mereka ditempatkan di pos-pos tertentu yang diketahui rawan terjadi bencana," ungkapnya.

BPBD, imbuh Budi, juga menyediakan layanan telepon terpusat atau call centre untuk menampung laporan warga bila mengetahui ada bencana di wilayahnya. Menurut Budi setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti. “Kami menyiagakan 80 personel terlatih dan 30 personel yang siaga di markas secara bergantian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Bogor, Dedi Sucahyono mengatakan, Desember 2014, wilayah Bogor berpeluang hujan dengan intensitas ringan atau di bawah normal (50 mm) dan bersifat hujan lokal. Hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi pada awal Januari 2015, dengan intensitas hujan lebat 100 mm.

“Di bulan Januari, diperkirakan intensitas hujan akan turun lebih dari 20 hari. Waktu turunnya pun bisa dari pagi, sore, hingga malam. Lebih sering dibandingkan dengan hujan pada Desember, yang hanya turun pada sore atau malam, dengan durasi relatif singkat,” paparnya.

Memasuki puncak musim hujan, angin munson Asia akan berembus di kawasan Bogor. Kekuatan angin diperkirakan normal, 10 – 20 kilometer (km) per jam. Angin munson Asia terjadi akibat pertemuan dua masa udara dari Australia dan Asia.

Namun begitu, Dedi menuturkan, potensi terjadinya angin puting beliung semakin kecil saat memasuki puncak musim hujan. Hal tersebut karena kelembapan udara di wilayah Bogor cenderung merata dengan mencapai 80 – 90 persen.

Sementara itu, dari data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sepanjang 2014, terjadi sebanyak 18 warga meninggal dunia akibat bencana alam. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari beberapa bencana, yakni 10 korban akibat bencana longsor, 1 korban tersambar petir, 5 korban hanyut, 1 korban akibat banjir, dan 1 korban akibat kebakaran.

Bencana terparah yang memakan korban paling banyak adalah kejadian tanah longsor yang terjadi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, pada 17 Juni 2014 yang menelan 7 korban jiwa.

Sementara, total kejadian bencana di wilayah Bogor sepanjang tahun 2014 sebanyak 397 kejadian, dengan rincian 39 bencana banjir, 133 bencana longsor, 61 bencana puting beliung, 159 kebakaran, dan 5 bencana lainnya. Kejadian bencana tersebar di 40 kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor. [] Harian  PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *