Profil

Mengenal Sosok Aminudi: Alumnus IPB University Peraih Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2021

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Aminudi, alumnus IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, meraih penghargaan sebagai Best of The Best Wirausaha Muda Mandiri 2021. Aminudi memutuskan dirinya untuk berwirausaha hingga kini ia menjadi CEO Biomagg Indonesia.

Ia memulai usahanya di bidang perikanan melalui budidaya ikan lele. Setelah satu tahun melakukan budidaya, terdapat dua masalah yang dialami yakni harga tengkulak yang cenderung fluktuatif serta harga pakan yang terus mengalami peningkatan.

“Karena pakan menyumbang biaya sampai 67 persen dari total biaya operasional, maka saya mencoba mencari alternatif pakan,” terangnya.

Ia mengaku, berbekal ilmu yang ditekuni semasa kuliahnya di IPB University, ia mencoba mencari literatur tentang potensi serangga sebagai pakan alternatif potensial. Sampai akhirnya ia mengembangkan lalat tantara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) untuk menghasilkan pakan ikan.

Baca juga  Pakar IPB University Bahas Kemajuan dan Tantangan Diagnosis Virus Pada Tanaman

“Seiring berjalannya waktu, pengembangan BSF ini diperuntukkan untuk mengolah sampah organik dan lahirlah Biomagg,” terang Aminudin, yang juga peraih Juara 1 Young Entrepreneur Leadership Program Bank Indonesia 2021.

Alumnus IPB University menjelaskan tentang pentingnya pengembangan maggot.  Ia menyebut, maggot dapat mengatasi masalah sampah organik di Indonesia. Pasalnya, setiap orang di Indonesia menghasilkan 300 kilogram sampah makanan setiap tahunnya. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai peringkat kedua penghasil sampah makanan di dunia. Tidak hanya itu, pengelolaan sampah organik di Indonesia juga masih sangat kurang, padahal sampah organik adalah sampah terbanyak dalam timbunan sampah yang mencapai 60 persen.

“Dengan adanya maggot ini, kami berupaya menciptakan ekosistem baru, yaitu Green Economy demi terciptanya penerapan SDG’s di Indonesia,” terang Aminudi, alumnus IPB University.

Baca juga  Kasatpol PP Eko Prabowo Ciptakan Tim Garda Senyap

Selain itu, katanya, Indonesia juga masih import sumber bahan baku protein berupa tepung ikan mencapai 105,7 juta dolar per tahun. Padahal Indonesia sebagai negara maritim dengan garis pantai terluas di dunia, hal ini sangat berpengaruh terhadap harga pakan yang menyulitkan petani dan peternak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki sumber keanekaragaman serangga yang berpotensi sebagai protein terbarukan.

Dalam membangun usahanya, Aminudi menyampaikan perlunya keyakinan dalam menjalankan bisnis. Sebab, katanya, ketika ownernya telah yakin, maka untuk meyakinkan customer dan investor tidaklah sulit.

“Yang tidak kalah penting adalah konsisten dan persisten, apapun kendala, problem, tantangan, baik yang datang dari dalam diri maupun dari lingkungan harus dihadapi bukan dihindari,” ungkapnya.

Baca juga  Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor Terpilih “Guardian 31 Wonderful People” 2021

Apabila ada masalah dalam bisnis, lanjut Aminudi, perlu mencari solusi terbaik dan tercepat dalam menyelesaikan masalah, atau menganalisis keputusan dan solusi mana yang mengurangi risiko kerugian. Ia juga menyarankan untuk berdiskusi dengan tim, jika ada masalah sehingga dapat diselesaikan bersama. Di sisi lain Aminudi menerangkan perlunya membuat konsep PDCAE ( Plan, Do, Check, Action, Evalution) dalam mengantisipasi problem dalam berbisnis. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top