Kota Bogor

Mendagri Puji Kebijakan ASN Kota Bogor Pakai Produk Lokal

Bima

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi langkah Wali Kota Bogor Bima Arya yang mewajibkan Apratur Sipil Negera (ASN) menggunakan pakaian dinas casual produk lokal setiap Selasa.

Menurut Tito, kita semua perlu mendorong produksi dalam negeri dan menggunakan produk lokal agar menjadi raja di negeri sendiri.

“Saya ngobrol dengan Kang Bima. Katanya beliau mau bikin (peraturan) tiga seragam lokal. Saya cerita di Bali, ada satu hari tertentu Gubernur Bali mewajibkan semua masyarakatnya menggunakan pakaian adat Bali. Beliau menyampaikan UMKM kain sarung, topi, baju bali hidup semua. Jawa Tengah saya sampaikan dua hari pakaian adat nusantara, dan pakaian adat Jateng,” ujar Tito saat memberikan sambutan dalam Penutupan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (9/8/2022).

Baca juga  Tanggung.id, Cara Mahasiswa IPB Promosikan Museum Talaga Manggung Majalengka

Tito menjelaskan, Kota Bogor juga sudah membuat peraturan pakaian adat dan batik dua kali dalam seminggu. Namun, ditambah satu hari lagi untuk menggairahkan industri kreatif anak muda atau distro.

“Satu hari lagi kasual. Hanya katanya terbentur peraturan Mendagri. Saya bilang ajukan ke saya, saya tanda tangan untuk mengubah kalau itu untuk kepentingan yang baik. Kita tahu spiritnya bapak Presiden adalah produksi dalam negeri. Aturan bisa diatur, bisa diubah sepanjang untuk kepentingan spirit produksi dalam negeri,” tandas mantan Kapolri ini.

“Bapak-bapak (para wali kota) yang lain juga punya ide-ide lain silahkan. Yang bisa kita fleksibelkan, ya di fleksibelkan. Saya sangat mendukung Kang Bima untuk itu,” tambahnya.

Tito menyatakan, jika produksi dalam negeri terus ditingkatkan maka bisa menjadi keuntungan buat bangsa Indonesia.

Baca juga  Liga Inggris: MU Cetak Kemenangan Terbesar Musim Ini, Tempel Ketat Man-City

“Yang untung kita, biar putaran uangnya ada di kita sendiri. Setelah itu kita jadi pemain ekspor ke luar. Jangan kita menjadi sasaran market produk asing. Mereka yang menikmati, mereka yang punya lapangan kerja. Kita hanya sebagai pembeli,” terang Tito.

Untuk itu, lanjutnya, harus bekerja bersama-sama untuk mendorong produksi-produksi dalam negeri, termasuk menggairahkan UMKM lokal yang kualitasnya tak kalah bagus dan bisa bersaing.

“Penggunaan produksi dalam negeri agar kita menjadi raja di negeri sendiri, market yang besar ini harus kita kuasai, tidak bisa lagi dengan cara diimbau-imbau. Harus ada langkah-langkah yang konkret,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor resmi menandatangani Peraturan Wali Kota Nomor 30/2022 tentang penggunaan pakaian dinas kasual produk lokal bagi ASN Pemkot Bogor setiap Selasa pada 31 Juni 2022 lalu.

Baca juga  Penjelasan Bima Arya soal Bis Kita Transpakuan Berhenti Beroperasi Sementara

Peraturan ini juga sangat disambut baik oleh pelaku usaha industri kreatif distro.

Bima menyatakan, dengan adanya kebijakan yang pro terhadap industri kreatif lokal ini maka akan mampu menghasilkan perputaran uang yang luar biasa sehingga mampu menjadi angin segar pasca pandemi.

Bima juga ingin langkah yang baik bagi recovery economic ini bisa didorong menjadi kebijakan yang lebih besar lagi agar berdampak luar biasa.

“ASN harus jadi kekuatan yang paling depan untuk membangkitkan kebanggan lokal. Kita mulai di Kota Bogor. Tapi nanti dorong juga di APEKSI. Ada 98 kota di APEKSI, ada 4 juta ASN di seluruh Indonesia, kalau ada kebijakan serentak seperti ini dahsyat untuk kebangkitan UMKM,” jelasnya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top