Kab. Bogor

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nusantara yang diakui Badan PBB untuk Kebudayaan (UNESCO), GREAT Edunesia Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang memiliki kefokusan mengelola program-program pendidikan dan kebudayaan terbaik, berkomitmen menjaga eksistensi pencak silat dengan mendirikan Kampung Silat Jampang (KSJ) guna mewadahi perhimpunan pencak silat tanah air. Pada Sabtu (25/2), KSJ menghelat Lebaran Jawara di Zona Madina, Bogor, Jawa Barat, yang diikuti 250 orang dari 65 perguruan.

Lebaran Jawara, menurut Haryo Mojopahit, Kepala Divisi Pengembangan Program Riset dan Budaya GREAT Edunesia, ialah bentuk apresiasi kepada perguruan dan pesilat yang berkontribusi dalam dunia pencak silat dalam suasana kebersamaan positif dan inspiratif. Selain itu, tambahnya, kegiatan tersebut adalah ikhtiar mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat bersama melestarikan dan mengangkat kembali kejayaan pencak silat di tingkat lokal maupun nasional.

Baca juga  Lagi, Bayi Ditemukan di Saluran Air di Kawasan Puncak

Bertajuk Kuatkan Persaudaraan, Bawa Silat ke Puncak Kejayaan, Lebaran Jawara tak sekadar wadah para jawara, tetapi juga wadah penguatan kapasitas guru pencak silat, kelas-kelas pencak silat di berbagai tempat khususnya sekolah, kejuaraan pencak silat, dan membangun jaringan pencak silat tradisi dan prestasi. Haryo mengungkapkan , “bahwa pencak silat tidak hanya menjadi seni bela diri, melainkan sarana pembentukan karakter dan identitas budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan”.

Menjaga nilai-nilai luhur seperti solidaritas, sportivitas, serta rasa saling menghormati, kegiatan yang digadang meneguhkan dedikasi KSJ melestarikan budaya pencak silat tersebut turut dibersamai Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D., Staf Ahli Kementerian Kebudayaan; Yudi Santosa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor; Mulyadi Saputra, Direktur Eksekutif GREAT Edunesia; H. Daswara Sulanjana, S.H., Ketua Umum KSJ.

Baca juga  Lewat Aplikasi DANA, Memudahkan Masyarakat untuk Bayar Zakat Fitrah ke Dompet Dhuafa

Membuka kegiatan, H. Daswara Sulanjana, mengungkapkan rasa bangganya kepada para jawara yang senantiasa mengusahakan yang terbaik untuk perguruan “dengan semangat tinggi, para punggawa silat memiliki peran mengantarkan warisan tak benda yang diakui UNESCO. KSJ, katanya, memiliki komitmen memelihara, menjaga, dan mengembangkan, juga melestarikan silat tradisi tersebut”.

Sementara itu Mulyadi Saputra di kesempatan itu menekankan pentingnya berkolaborasi, sebab menurutnya lewat kolaborasi Pencak Silat akan semakin mendunia dan dikenal luas. Serupa Mulyadi Saputra, Yudi Santosa mengapresiasi kegiatan Lebaran Jawara yang diadakan KSJ, “salut dengan perjuangan KSJ yang sudah 12 tahun berkiprah sebagai motor penggerak silat di Bogor, ke depannya pemerintah Kabupaten Bogor ingin memaksimalkan kolaborasi supaya pencak silat menjadi bagian esktrakurikuler sekolah”.

Baca juga  Gemerlap Kemerdekaan Bangsa, Dompet Dhuafa Berhasil Alirkan Listrik di NTT

Fadli Zon yang diwakili Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D., menyampaikan, “bahwa Lebaran Jawara merupakan momen pengingat agar budaya asli Indonesia bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Silat, katanya, dicatat di UNESCO tujuannya agar budaya silat tidak hilang, lestari, dan diharapkan menjadi salah satu cabang Olimpiade di masa depan. Akan tetapi, timpalnya, perjuangan ke sana masih harus terus diperjuangankan. Baginya silat bukan hanya olahraga tetapi juga olah rasa”.

Nilai-nilai luhur dan gerak pencak silat semakin relevan dengan perkembangan masyarakat, karena disinyalir mampu menjaga nilai-nilai luhur dan tradisi asli Indonesia. GREAT Edunesia yakin melalui kegiatan ini dapat tercipta sinergi kuat antar pelaku silat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top