Berli Hamdani/ Foto dok./Ist

Masuk New Normal, Jabar Intensifkan Tes Covid, Terus Inventarisasi Ruang Isolasi

BOGOR-KITA.com, KOTA BANDUNG – Jawa Barat akan memasuki tatanan new normal atau normal baru mulai 1 Juni 2020. Selain mempersiapkan berbagai panduan cegah penularan, Jabar juga akan melakukan test covid secara masif, dan terus meinginventarisasi ruang isolasi.

Hal ini dikemukakan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/5/2020). 

Jabar adalah salah satu dari 4 provinsi yang ditetap oleh pemerintah pusat untuk melaksanakan situasi new normal atau normal baru. Tiga provinsi lainnya dalah Provinsi Gorontalo, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Berli mengemukakan, pengetesan COVID-19 dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab maupun rapid test akan secara intens dilakukan. 

Selain sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, pengetesan masif akan mendapatkan peta persebaran COVID-19 yang komprehensif, melacak kontak terpapar COVID-19, mendeteksi keberadaan virus, dan memastikan status pasien COVID-19. 

“Kita mengambil sikap atau putuskan kebijakan dengan tetap mengendepankan kewaspadaan. Salah satu kewaspadaan yang akan terus ditingkatkan adalah melakukan pemeriksaan atau pendeteksian yaitu dengan rapid test maupun swab test,” katanya. 

Baca juga  Ridwan Kamil Rintis Peningkatan Investasi dan Perdagangan dengan Souss Massa

Duikatakan, di era kenormalan baru itu, Jabar akan melihat petugas-petugas kesehatan menggunakan kendaraan yang ada. Di Jabar itu ada ambulans, ada MPUS, ada MASKARA, ada berbagai kendaraan Pemda Provinsi yang nanti akan berkeliling melakukan pemeriksaan rapid test, kemudian swab test ke kerumunan-kerumunan. 

Pengetesan masif di Jabar disertai pula dengan penguatan kesiapan laboratorium, supaya tes masif dengan metode PCR berjalan optimal. Tes swab sendiri dilakukan untuk menerapkan intervensi yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan, menyeimbangkan pengendalian pandemi kesehatan dengan kebutuhan hidup dasar masyarakat Jabar.

Selain Labkesda Jabar, ada 8 laboratorium yang ditunjuk Pemda Provinsi Jabar untuk melakukan pemeriksaan PCR, yakni Unpad Jatinangor, RSHS, RSUI, Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, VET Subang, dan BBTKL Jakarta. Total kapasitas pengetesan mencapai 5.838 spesimen per hari, tapi kemampuan pengetesan per hari berada di angka 2.999 spesimen atau 60 persen dari total kapasitas.

Kemudian, Pemda Provinsi Jabar konsisten menginventarisasi ruang isolasi dan perawatan COVID-19 tambahan di sejumlah daerah. Hal tersebut sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19. 

Baca juga  Bantu Palestina, Atalia Lelang Baju Kesayangan

“Tingkat hunian di fasilitas-fasilitas kesehatan pada 18 Mei berkisar 32 persen. Berdasarkan data di tanggal 25 Mei, sudah turun menjadi 30 persen. Ini artinya yang dirawat atau perlu perawatan karena penyakit COVID-19 di Jabar mengalami penurunan. Sementara kapasitas rawat inap kita masih sangat luas dan sangat siap Insya Allah untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan risiko tadi,” kata Berli dilansir dari Humas Pemprov Jabar. 

Berli menyatakan, tatanan normal baru harus juga disertai kedisiplinan masyarakat dalam menjaga jarak dan menggunakan masker, karena berkontribusi besar menghentikan rantai penularan dan mengendalikan COVID-19. 

“Kenormalan baru ini akan berhasil menjadi sebuah budaya yang positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, apabila masyarakat turut berperan serta dalam hal kedisiplinan, yakni disiplin menggunakan masker, dan disiplin melakukan physical distancing,” ucapnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *