Kab. Bogor

Mapay Lembur: Ade Yasin Saksikan Pemberian 40,59 Hektar Lahan untuk Petani Malasari

BOGOR-KITA.com, NANGGUNG – Bupati Bogor Ade Yasin menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama kemitraan konservasi antara Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dengan Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) Malasari Lestari.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Balai TNGHS Ahmad Munawir dan Ketua KTHK Malasari Lestari Endang Sukendar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Selasa (27/10/2020).

Turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Eksosistem (KSDAE) Wiratno.

Salah satu isi perjanjian, Balai TNHGS memberi KTHK Malasari Lestari akses ruang pada zona rehabilitasi seluas 40,59 hektar yang disepakati menjadi areal kerja sama dengan jangka waktu 10 tahun untuk kegiatan pemulihan ekosistem serta terdapat aktivitas pemberdayaan masyarakat berupa peningkatan kapasitas dan pengembangan ekonomi produktif.

Kerjasama antara Balai TNGHS dengan KTHK Malasari Lestari

Kepala Balai TNGHS Ahmad Munawir mengatakan kemitraan konservasi ini diharapkan mampu menyinergikan aspek ekonomi dan ekologi dan dapat direplikasikan pada wilayah lain di TNGHS.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Ade Yasin meresmikan Kantor Kecamatan Nanggung dan memimpin rapat minggon yang diikuti Kepala Desa se-Kecamatan Nanggung sebagai rangkaian Mapay Lembur.

Mapay Lembur atau susur kampung merupakan program turun ke lapangan Bupati Bogor Ade Yasin untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Baca juga  KUPA-PPAS Diteken, Ini Besaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor 2020

Terkait dengan kerja sama Balai TNGHS dan KTHK Malasari Mandiri, Ade Yasin mengemukakan bahwa legalitas kemitraan konservasi ini akan memberikan akses bagi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dalam penyediaan bibit dan sebagainya.

“Dengan diterimanya amanah ini, masyarakat diharapkan juga menjaga alam dan bukan berarti berhak melakukan hal yang sewenang-wenang terhadap alam,” kata Ade Yasin.

Ade Yasin menambahkan ini merupakan bentuk kerjasama yang langsung diimplementasikan oleh para kelompok petani.

“Mereka diberikan lahan seluas 40,59 hektar oleh Kepala Balai TNGHS yang bisa dimanfaatkan oleh para petani. Mereka bisa menanam jahe merah, laja dan ke depan bisa ditanam kapulaga. Menanam jahe merah dan laja memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan untung bisa 70 persen dari modal,” kata Ade Yasin.

Lebih lanjut ia menambahkan, inti dari kerjasama ini tidak merusak hutan tetap terjaganya hutan dari erosi dan longsor. “Di tengah pandemi, menanam jahe merah selain membuat badan sehat bisa mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi. Nantinya juga kita bisa mengembangkan kerjasama di wilayah lain,” tambahnya. [] Hari

Baca juga  Ade Yasin Lantik Syarifah Sofiah jadi Kepala BPKAD Kabupaten Bogor
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

22 − 13 =

Terpopuler

To Top