Kepala Puskesmas Gunungsindur dr. Unang Wahyudin saat memberikan penjelasan tentang 5 orang ODP.

Lima Orang dalam Satu Keluarga di Gunungsindur ODP

BOGOR-KITA.com, GUNUNGSINDUR РMenyikapi dan menindaklanjuti laporan yang masuk ke hotline Puskesmas Gunungsindur mengenai antisipasi  Covid-19 dengan alamat Taman sari Bukit Damai Blok B Desa Padurenan Kecamatan Gunungsindur, petugas medis dan Kepala Puskesmas Gunungsindur langsung turun ke lolasi rumah keluarga tersebut guna melakukan langkah surveilans dan pemeriksaan.

Dokter Unang Wahyudin Kepala Puskesmas Gunungsindur menjelaskan bahwa, dari pengumpulan keterangan dan hasil survey yang didapatnya, ada anggota keluarga mereka yang tinggal di daerah Jombang Ciputat saat ini menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Tangerang. “Jadi anggota keluarganya ada yang PDP, belum positif corona.,” ujar dr. Unang sapaan akrabnya kepada sejumlah wartawan, Senin (23/3/2020).

Dia menjelaskan, karena ada pengakuan pernah bertemu dengan orang yang berstatus PDP tersebut, maka Puskesmas Gunungsindur fokus pada penanganan dan pemeriksaaan anggota keluarganya. Dari hasil pemeriksaan dan pengawasan petugas Puskesmas, sambungnya, ada lima orang anggota keluarga yang terdiri dari 1 orang bayi, 3 orang dewasa dan 1 orang lansia di rumah tersebut. “Namun kondisi kelima orang tersebut tidak sedang bergejala demam, batuk atau sesak. Tapi kami simpulkan kelima orang ini menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP),” ungkap dr. Unang.

Selanjutnya, masih kata dokter Unang, pihaknya mengambil tindakan dengan menganjurkan agar kelima orang tersebut untuk melakukan karantina mandiri di rumah sampai 14 hari ke depan. “Kami dan Dinas Kesehatan akan terus memantau kondisi kesehatannya. Apabila terjadi gangguan kesehatan (demam, batuk dan pernafasan), maka akan dirujuk ke RS,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Gunungsindur juga mengimbau agar warga sekitar untuk bersikap tenang dan tidak gelisah, tetap tinggal dirumah, menghindari keramaian,dan gunakan puskesmas jika gawat darurat saja.

“Tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun, ketika batuk dijaga dengan menggunakan masker.” Pungkas dokter Unang Wahyudin. Sementara Alam Suharlan Ketua RW setempat bersama Kepala Desa Padurenan M. Yusuf juga langsung membantu menyampaikan upaya pengawasan dan pencegahan Corona serta himbauan pentingnya melakukan anjuran pemerintah dalam social distancing atau menjaga jarak.[] Fahry



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *