Pak Anang

Kisah Pak Anang Berjuang Sambung Hidup dengan Jualan Donat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ini merupakan kisah perjuangan Pak Anang. Pak Anang seorang penjual donat dan tahu yang hidup sebatang kara terus berusaha mencari nafkah untuk menyambung hidup di usianya yang sudah tidak muda.

Pak Anang yang mengalami ganggguan penglihatan di mata kanannya ini, masih terus berupaya mencari nafkah untuk makan sehari hari. Pak Anang biasanya berjalan kaki di sekitar Jalan Suryakancana, Gang Aut dan Jalan Roda untuk menjajakan donat dagangannya.

“Iya jalan kaki, kalau capek sambil jualan di trotoar istirahat terus jalan lagi,” kata Pak Anang saat ditemui di Gardu Tinggi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (9/4/2020).

Setiap hari Pak Anang mengambil donat buatan warga Gardu Tinggi pada pukul 05.00 WIB untuk dijual dan pulang pukul 14.00 WIB.

“Saya berjualan donat  karena tidak ingin menyusahkan orang lain,” ujarnya.

Penghasilannya pak Anang pun tidak begitu besar, namun hasil yang didapat selalu ia syukuri.

“Kalau jualan sudah satu tahun terakhir ini, untungnya Rp 9.000 – Rp 15 ribu kalau kejual semua Rp15 ribu,” ucapnya.

Saat ini Pak Anang tidak mempunyai tempat tinggal hanya mendapat bantuan dari ketua RT setempat.

Sementara Ketua RT 1/7, Kelurahan Sukasari, Kecatan Bogor Timur, Saripudin menuturkan bahwa awalnya Pak Anang tinggal bersama orangtuanya dan ngontrak di Gardu Tinggi, Namun setelah orangtuannya meninggal Pak Anang tinggal di kantor RW. Karena di kantor RW tidak boleh ditempati itu, akhirnya ia menawarkan Pak Anang untuk tinggal di rumahnya.

“Awalnya sama orangtuanya dia ngontrak tapi setelah meninggal dia tinggal di kantor RW terus saya ajak tinggal di rumah saya, kebetulan ada kamar bekas gudang yang kosong, Alhamdulillah dia nyaman,” jelasnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *