Kab. Bogor

Kepastian Tata Ruang dan Revolusi Mental Penentu Masuknya Investor

Bima naik bus ke Bogor Economic Summit di Cibinong

BOGOR-KITA.com – Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor harus merencanakan tata ruang secara matang.Kalau tidak merencanakan tata ruang menjadi sesuatu, maka tidak ada harapan bagi masuknya investor. Sebab, para investor akan mempelajari tata ruang. Kalau tata ruang berubah-ubah, investor ragu menanamkan modalnya.

Hal ini dikemukakan mantan Gubernur Lemhanas, Prof Dr. Ermaya Suradinatasaat menjadi pembicara dalam 3rd Bogor Economic Summit (BES) 2014 di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Perkantoran Pemkab, Cibinong, Senin (8/12).

“Pemerintah juga harus melakukan revolusi mental mulai dari jajaran pimpinan daerah, meliputi Bupati, Walikota, sampai pejabat Eselon II, III dan IV, anggota DPRD serta rakyat,” katanya lagi. Prof Ermayamenegaskan, orientasi revolusi mental itu adalah pelayanan public yang harus dirasakan masayarakat.

Baca juga  Kerjasama Pemkab Bogor - IPB University: Kembangkan  Smart City dan Smart Village

Sementara itu, Delvi Simatupang, Wakil Ketua Umum Bidang Infrastruktur dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat mengungkapkan, paradigma pembangunan yang masih dimonopoli pemerintah harus diubah.Sudah saatnya melibatkan swasta dalam pembangunan, khususnya pengembangan infrastruktur. “Serahkan saja pembangunannya kepada swasta, nanti pemerintah mengeluarkan aturan dan melakukan kontrol. Dengan demikian, anggaran yang seharusnya untuk infrastruktur bisa dialokasikan ke bidang sosial lainnya,” jelas Delvi..

Dilanjutkannya, pemerintah juga harus konsisten dalam aturan dan memangkas berbagai regulasi yang menghambat percepatan pengurusan perizinan. “Saya mau contohkan di Sragen sebagai pabrik pembuatan wik atau rambut palsu, juga bulu mata palsu. Merekamelakukan pemangkasan dan melakukan perubahan regulasi. Hasilnya, pengusaha antreke sana. Bahkan sekarang sudah dipesan oleh Hollywood dan Bollywood,” sambungnya.

Baca juga  Peserta UN Jangan Termakan Isu Bocoran Soal

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Bogor, Nurhayanti menjelaskan, Kabupaten Bogor menjadi sebuah kawasan yang sangat baik untuk berinvestasi karena memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif.

“Dari sisi komparatif, kita berbatasan dengan ibukota negara Jakarta. Dari sisi topografi, kita beriklim segar. Aksesibilitas juga cepat karena dekat ke Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, dan Bandara Halim Perdana Kusuma, dan Jagorawi. Penduduknya juga besar 5,2 juta jiwa, sumber daya alam yang besar serta jaminan stabilitas ekonomi dan politik,” paparnya.

Sementara sisi kompetitifnya,Kabupaten diimbangi dengan perbaikan kualitas SDM, memperbaiki infrastruktur jalan, meningkatkan stabilitas dan keamanan daerah, meningkatkan kualitas ketersediaan air bersih, listrik dan telekomunikasi, serta pelayanan perizinan yang cepat.

Baca juga  Bima dan Warga Surken Ngecat Bareng

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya menegaskan, Bogor adalah wilayah yang ramah terhadap investor, tetapi bukan untuk dijual. Sebagai daya tarik bagi investor, Bima mengemukakan 6 isu utama yang akan diselesaikan hingga akhir masa jabatan, meliputi kemacetan, PKL, sampah dan kebersihan, tata ruang publik, reformasi birokrasi dan pengentasan kemiskinan. [] Harian PAKAR/Admin

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top