Kaji Pemindahan Ibukota, IPB University Hadirkan Pakar dari Jepang

BOGOR-KITA.com – Dengan adanya isu pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan membuat banyak pihak ingin mengkaji relevansi atau kelayakan pemindahan ibu kota. Hal ini mendorong Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University untuk mengkaji rencana pemindahan ibu kota Indonesia.

Kajian tersebut digelar dalam Jabodetabek Study Forum, di Aula Ahmad Baehaqie, P4W LPPM IPB Bogor Sabtu pekan lalu. Forum tersebut menghadirkan Prof. Jane Singer dari Jepang yang merupakan pakar transmigrasi.

Kepala P4W, Dr Ir Ernan Rustiadi mengaku bahwa kegiatan pemindahan ibu kota perlu dikaji secara mendalam. Ia menilai kajian pemindahan ibu kota tersebut harus mencakup aspek sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan.

“Ini merupakan kesempatan yang bagus untuk berdiskusi mengenai kegiatan transmigrasi di Indonesia, terlebih dengan adanya rencana pemerintah pusat yang ingin memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Pemerintah seharusnya bisa belajar dari pengalaman transmigrasi besar-besaran pada tahun 1990-an,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Prof. Jane Siregar menyampaikan kegiatan transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah harus memperhatikan banyak aspek diantaranya adalah aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lingkungan.

“Kegiatan transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah harus mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan. Terkait transmigrasi ini, ada pendekatan baru yang harus dikaji yaitu pendekatan terhadap kerusakan lingkungan akibat kegiatan transmigrasi ini,” ungkap Prof. Jane.

Ia mengungkapkan, kajian terhadap kerusakan lingkungan ini harus dilakukan secara mendalam karena dampak yang diberikan berupa dampak jangka panjang. Terkait sosial budaya, Prof. Jane berpesan supaya kegiatan transmigrasi jangan sampai menggusur budaya dan tradisi lokal setempat.

“Akan lebih baik apabila transmigran dapat bersinergi dengan penduduk lokal sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh kedua belah pihak,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Prof. Jane memberikan contoh kegiatan transmigrasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1990-an karena proyek pembuatan waduk. Dengan adanya kegiatan transmigrasi tersebut, ia berpesan supaya pemerintah dapat mengevaluasinya sehingga kekurangan maupun dampak negatif yang terjadi tidak terulang kembali setelah ibukota dipindahkan. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *