Regional

Jumlah Pemudik Jabodetabek Mencapai 14.901.468 Orang

BOGOR-KITA.com – Jumlah pemudik dari Jabodetabek diperkirakan mencapai 14.901.468 orang. Tujuan mereka sebagian besar ke Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari usai mengikuti rapat Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Tahun 2019 Bidang Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (7/5/2019), mengatakan,

Pihaknya sedang menyiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk Angkutan Lebaran 2019. 

“Sampai saat ini H-28 secara umum kami sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan angkutan Lebaran 2019. Tetapi di sisa waktu sampai H-7 nanti, kami masih melakukan persiapan dan penyempurnaan terkait dengan posko, fasilitas lalu lintas, rambu-rambu, dan lainnya sedang kami siapkan,” kata Hery.

Hery menyatakan, berdasarkan data Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) kebutuhan kendaraan untuk mudik tahun ini diprediksi meningkat 10-12 persen. Namun jumlah armada di Jabar sudah mencukupi. 

“Tetapi sarananya sudah mencukupi baik bus, kereta api — karena sebagian besar juga ada yang pakai mobil pribadi. Itu sudah mencukupi, tinggal sekarang isunya adalah bagaimana menjaga keselamatan dan kelancaran selama arus mudik dan arus balik,” jelas Hery.

Baca juga  Contraflow Solusi Inovatif Lancarkan Arus Mudik 2019

Ketersediaan angkutan Lebaran 2019 di Jabar mencakup armada di terminal, bandara, pelabuhan, dermaga, dan stasiun kereta api. Rinciannya bus Antar Kota Antara Provinsi (AKAP)  dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) 4.200 unit dengan estimasi 63.404 penumpang per hari. 

Sementara kereta api 164 rangkaian KA dengan 67.010 penumpang/hari, angkutan udara 66 penerbangan (11.272 penumpang/hari), serta ASDP dengan 953 unit kapal dengan 16.224 penumpang/hari.

Jumlah rumah tangga mudik Jabodetabek diprediksi berjumlah 3.545.458 KK, dengan pemudik berjumlah 14.901.468 atau 44,1 persen dari total jumlah penduduk di Jabodetabek. 

Provinsi tujuan mudik adalah Jawa Tengah sebanyak 5.615.408 orang (37,68 persen), Jawa Barat 3.709.049 orang (24,89 psersen), dan Jawa Timur sebanyak 1.660.625 orang (11,14 persen).

Sementara moda terbanyak yang akan digunakan adalah bus untuk melayani pemudik sebanyak 4.459.690 orang (30 persen), mobil pribadi 4.300.346 orang (28,9 persen), kereta api 2.459.690 orang (16,7 persen), pesawat terbang 1.411.051 orang (9,5 persen), dan sepeda motor sebanyak 942.621 orang (6,3 persen).

Puncak arus mudik tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H-5 atau 31 Mei 2019, dan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+3 atau 9 Juni 2019.

Baca juga  Presiden Perintahkan Mensos Distribusikan 200 Ribu Paket Sembako untuk Jabodetabek

Salah satu yang menjadi keresahan para pemudik tahun ini adalah harga tiket pesawat terbang yang mahal, bahkan pada kelas ekonomi sekali pun. Menanggapi ini, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengungkap dirinya dapat arahan dari Menko Perekonomian agar mengkaji terlebih dahulu penuruan tiket pesawat ini, meskipun dasar hukum untuk menurunkan tarif sudah ada.

Untuk itu, dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan akan mengumpulkan stakeholders terkait terutama maskapai penerbangan untuk memastikan penurunan batas atas tiket pesawat.

“Saya mendapatkan amanah dari Menko Perekonomian untuk melakukan pembelajaran lagi tentang detail-detail apa yang bisa dilakukan untuk penurunan. Tampaknya dasar hukum tentang penuruan ada, sehingga kita mengumpulkan stakeholders,” ungkap Budi.

“Kami tidak akan gegabah menurunkan tetapi ada orang yang masalah. Tapi sudah bisa dipastikan ini akan kita lakukan penuruan batas atas,” katanya. [] Admin/Humas Pemdaprov Jabar

Baca juga  Pemkab Bogor Larang Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top