Harry Ara Layangkan Surat Terbuka Kepada Sugeng Teguh Santoso

Ketua GR2B Harry Ara

BOGOR-KITA.com – Ketua Gerakan Rakyat Bogort Bersatu (GR2B) Harry Ara melayangkan surat terbuka kepada Sugeng Teguh Santoso terkait keberadaannya sebagai kuasa hukum Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman dan anggota DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi dalam kasus pembelian lahan Pasar Jambu Dua.

Kasus pembelian lahan Pasar Jambu Dua oleh Pemerintah Kota Bogor dari Angkahong belakangan berkembang menjadi isu politik panas di Kota Bogor. Hal itu karena lahan yang dibeli senilaiRp43,1 miliar, ditengarai diwarnai transaksi haram. Harian Jurnal Bogor menulis berita tentang kasus itu dengan judul, “Duh, Usmar Disebut Terima Rp 2,5 M.” Bagaimana transaksi haram terjadi?

Pada alinea ketiga berita itu ditulis, “Menurut informasi yang beredar, setelah Pemkot Bogor melalui Kantor Koperasi dan UMKM melakukan transaksi pembayaran sebesar Rp 43,1 miliar di Bank Jabar Banten (BJB) pada 30 Desember 2014, Angka Hong diduga langsung melakukan penarikan dana sebesar R10 miliar, kemudian dialirkan ke oknum petinggi Pemkot dan Dewan senilai Rp 1,7 miliar.

Sedang dugaan keterlibatan Usmar ditulis dalam alinea keempat sebagai berikut, “Ketua Komisi C sekaligus Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi disebut-sebut menjadi mediator antara Angka Hong dan Pemkot. Hal itu terungkap setelah Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto ‘buka-bukaan’ seputar sengkarut tanah seluas 7.302 meterpersegi itu saat melakukan rapat dengar pendapat di Gedung DPRD.”

Usmar Hariman dan Yus Ruswandi protes atas pemberitaan itu. Keduanya memberikan kuasa kepada advokat Sugeng Teguh Santoso untuk menangani perkaranya.

Kasus itu sendiri menurut Sugeng akan berlanjut ke interpelasi di DPRD Kota Bogor.  Interpelasi, kata Sugeng, adalah hak DPRD yang dibenarkan secara konstitusional. Sebab itu pihaknya juga mendukung penggunaan hak interpelasi. “Namun, sebagai advokat untuk Usmar Hariman dan Yus Ruswandi, harus saya sampaikan bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang mendiskreditkan klien kami tanpa fakta-fakta yang mendukung tuduhan penyimpangan. Bila ada pihak yang melakukan, kami akan tuntut,” tandas Sugeng yang juga Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sebagaimana dilansir BOGOR-KITA.com, Minggu (22/2/2015) sore berjudul, “Sugeng: Diskreditkan Usmar dan Yus Tanpa Fakta, Saya Tuntut”.

Surat Terbuka Harry Ara

Surat terbuka Harry Aras beredar di black berry massenger. BOGOR-KITA.com dizinkan memberitakan surat tersebut. Isinya secara lengkap adalah sebagai berikut.

“Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) Pertanyakan Pernyataan Sugeng Teguh Santoso sebagai kuasa hukum Usmar Hariman dan Rus Ruswandi. Saya tidak sepakat jika profesi advokat yang mulia hanya digunakan “menakut-nakuti”  rakyat dan gerakan-gerakan anti korupsi dalam hal mencegah penegak hukum aktif dan tidak pasif.

Saya kira Sugeng sudah melampaui batasnya sebagai advokat dan sebagai orang yang membangun citra penegakan hukum dan keadilan. GR2B masih ingat bagaimana Sugeng begitu getol menggugat walikota terkait penertiban spanduk dan baliho, bagaimana dia berjibaku mendukung penolakan Amaroossa, dan membela kasus Wirya almarhum (PDAM Kota Bogor)

Yang menjadi pertanyaan, sejauh mana perjuangan itu semua? Setelah membela kasus Rachmat Yasin, Sugeng tidak lagi seberani dulu. Saya sebagai rakyat Bogor meminta kepada Saudara Sugeng agar menjalankan profesi advokat dan tidak mencampuri kepentingan pribadi dan kepentingan publik (rakyat). Saya meminta agar Sugeng Teguh Santoso tidak membuat rakyat Bogor kecewa atas manuvernya yang berada di “dua kaki.” Hidup ini pilihan, jangan juga semua dilakukan menjadi blunder dan apa manfaatnya? GR2B tegaskan Sugeng jangan ambil kesempatan untuk adu domba pejabat  Kota Bogor dengan para penggiat anti-korupsi. Kalau pejabat bersih kenapa harus resah? Fokus saja menjalankan  janji-janji kampanyenya masing-masing.”[] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *