Kab. Bogor

Guru Besar IPB Resmikan Pendirian Koalisi Nasional Ketahanan Keluarga

Prof Dr Euis Sunarti, Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK)

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Sebanyak 100 ahli di berbagai bidang dirikan Koalisi Nasional Ketahanan Keluarga Indonesia (KN-KKI.

Pendirian KN-KKI tersebut diresmikan oleh Prof Dr Euis Sunarti, Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) dalam pertemuan terbatas melalui zoom meeting, Selasa (22/12/2020).

KN-KKI merupakan wadah musyawarah independen sebagai mitra dalam rangka mempercepat pembangunan, koordinasi strategi dan program ketahanan keluarga secara nasional.

KN-KKI dicanangkan akan mengemban fungsi dan amanat khusus dalam peningkatan efektivitas, pencarian dan penetapan upaya terobosan dan percepatan pembangunan ketahanan keluarga.

“Ketika kita bersama maka persoalan-persoalan besar dapat kita hadapi. Dengan visi dan misi yang sama maka tidak ada jarak diantara kita dan kita akan menjadi satu dengan ikatan yang sama,” ujar Prof Euis dalam paparannya.

Baca juga  Atlet Esport Kabupaten Bogor Wakili Indonesia di Final Kejuaraan Dunia di Dubai

Guru Besar Bidang Ketahanan Keluarga ini menyampaikan bahwa inti pembangunan ketahanan keluarga adalah upaya pencegahan, perlindungan, pengaturan dan pembangunan. Terkait dengan permasalahan keluarga yang semakin besar maka hendaknya pembangunan tersebut bersifat percepatan, terobosan serta memiliki daya ungkit.

“Sehingga kecukupan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kelembagaan, dan pengelolaan menjadi suatu keniscayaan. Di situlah pentingnya kita untuk berjejaring dan bersinergi,” ujar Prof Euis.

Koalisi ini didirikan oleh lebih dari 100 orang yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari perorangan, akademisi, peneliti, lembaga kajian dan pengembangan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, media, hingga dunia usaha.

Beberapa pendiri di antaranya Prof dr Fasli Jalal, Feizal Syahmenan SH, MH, Milatul Ulfa, SSi dan Dr Bagus Riyono memberikan sambutan singkat terkait urgensi dan harapan terhadap KN-KKI.

Baca juga  Putusan PKPU Sentul City Berakhir Damai, Kreditur Setujui Restrukturisasi Utang

“Saya merasa gagasan pendirian KN-KKI ini merupakan hal yang sangat tepat dan mulia. Dalam konteks pentaheliks, pemerintah merupakan pemain utama, tetapi kita dari berbagai pihak dapat bahu membahu untuk mewujudkan keluarga bermartabat, berkualitas, dan kebanggaan Indonesia,” ujar Prof Fasli, dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Selasa (22/12/2020).

Selain meresmikan KN-KKI, Prof Euis Sunarti dan tim juga meluncurkan aplikasi FamLink. FamLink merupakan sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai alat diagnostik ketahanan keluarga. Aplikasi FamLink mempermudah keluarga untuk memperoleh gambaran deteksi dini ketahanan keluarga serta saran dari pakar ketahanan keluarga.

“Aplikasi FamLink terdiri dari tujuh instrumen yakni SIAP-GA, SIREN-GA , FUNGSI-GA, AKSI-GA,  Resiliensi-GA, HAN-GA, dan terakhir LING-GA” papar Prof Euis Sunarti.

Baca juga  Belajar dari Tukang Becak

SIAP-GA merupakan instrumen yang berfungsi mengukur kesiapan dalam berkeluarga, SIREN-GA berfungsi untuk mendeteksi kerentanan kelurga (family vulnerability), FUNGSI-GA berfungsi mengukur tingkat keberfungsian keluarga, AKSI-GA berfungsi mengukur interaksi keluarga, Resiliensi-GA mengukur investasi yang dilakukan keluarga dalam membentuk faktor pelindung dari berbagai krisis, HAN-GA berfungsi mengukur ketahanan keluarga, dan terakhir LING-GA yang berfungsi untuk mengukur persepsi keluarga terhadap lingkungan internal maupun eksternal keluarga, baik aspek fisik maupun non fisik. [] Admin

 

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top