Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardhana.

DPRD Fasilitasi Pemkot Bogor dan PKL Cari Win-win Solution

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Polemik antara pedagang kaki lima (PKL) kawasan Lawang Seketeng – Pedati dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait jadwal relokasi pedagang ke Pasar Bogor belum menemui titik temu.

Bahkan, pada sosialisasi ke-2 pada Jumat (29/2/2020) para pedagang meninggalkan ruang sebelum sosialisasi tersebut selesai sebagai tanda menolak relokasi dilakukan pada tanggal 6 Maret 2020 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana angkat bicara, menurutnya ada miskomunikasi antara pedagang dan Pemkot Bogor.

“Para pedagang pernah dua kali datang ke dewan, pertama diterima dengan komisi 2 di dampingi saya dan yang kedua ketemu dengan ketua DPRD. Dan rencananya hari Senin pukul 14.00 WIB, kita akan fasilitasi komunikasi antara pedagang dengan pemkot sehingga bisa ketemu win win solution nya,” ucap Eka kepada BOGOR-KITA.com, Sabtu (29/2/2020).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, permintaan pedagang agar relokasi dilakukan setelah lebaran wajar saja, tapi harus dilihat juga dari permasalahannya, karena warga Kota Bogor juga mempunyai hak, tapi Pemkot Bogor  juga mempunyai kewajiban untuk memberikan rasa nyaman kepada semua warga Kota Bogor. “Ini tinggal bagaimana mengkomunikasikan itu,” katanya.

Eka menjelaskan, para pedagang mempunyai kekhawatiran ketika pindah ke Pasar Bogor, pasalnya tempat yang disiapkan oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya tidak cukup dengan jumlah pedagang.

“Sekarang, Perumda Pasar Pakuan Jaya menyiapkan hanya 400 an los, sisanya akan bergantian antara yang jualan pagi dan jualan malam, nah disitu lah kemudian ada ke khawatiran  kedepan akan ada bentrokan antara pedagang,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Eka untuk mendapatkan kesepakatan kedua belah pihak harus duduk bareng.  Pemkot mendengar apa yang menjadi keinginan pedagang dengan suasana yang kekeluargaan.

“Saya pikir dengan suasana kekeluargaan, para pedagang mungkin bisa mendapatkan informasi utuh berkaitan apa yang ingin dilakukan pemerintah dan memberikan rasa nyaman serta  meningkatakan harkat martabat pedagang. artinya kalau kita duduk bareng, mencari solusi bareng insha allah selesainya pun akan baik,” pungkasnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *