Nasional

DPR RI ke Bogor Redam Isu Kenaikan BBM Akibat Melemahnya Rupiah

BOGOR-KITA.com – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Joko Purwanto yang saat ini tecatat sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar III (Kota Bogor dan Cianjur) datang ke Bogor menjelaskan duduk persoalan munculnya kekhawatiran  harga bahan bakar minyak (BBM) naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.

“Penjelasan itu sekaligus menyosialisasikan pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi ((BPH Migas) kepada masyarakat, badan usaha dan pemerintah daerah. Kami menghadirkan pihak – pihak yang berkompeten untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang kondisi kekinian dan persoalan yang saat ini sedang dirasakan oleh masyarakat,” kata Jokowo di Hotel Royal, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Senin (10/09/2018).

Joko Purwanto mengatakan, melalui sosialisasi ini, pihaknya ingin memberikan informasi terhadap apa yang bisa disampaikan kepada masyarakat khususnya terkait fungsi dan tugas dari BPH Migas yang merupakan badan yang mengawasi distribusi BBM, termasuk isu tekanan terhadap rupiah yang menyulut kekhawatiran harga BBM akan naik dan lain sebagainya.

Baca juga  BPH Migas Teken MoU dengan PT Telkom, Perkuat Digitalisasi

“Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi VII, kita tetap menjaga keseimbangan. Berbagai kemungkinan bisa terjadi akibat melemahnya rupiah, seperti kenaikan harga BBM. Tetapi hal itu jangan sampai terjadi karena akan lebih membebani masyarakat,” ucapnya.

Adalah tugas pokok komisi VII untuk menjaga keseimbangan antara situasi yang dirasakan bersama hari ini dengan tekanan terhadap rupiah.

“Kita juga tidak menutup mata dengan persoalan – persoalan yang berkembang di masyarakat, tapi kita juga tetap menjaga bagaimana kemungkinan itu tidak membebani masyarakat ke depan. Insya Allah, Pemerintah Jokowi ini mampu melakukan terobosan, mampu mencarikan alternatif – alternatif yang memungkinkan, sehingga pelemahan rupiah tidak sampai membebani  masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga  Corona Jakarta 17 Juli: Tertular Baru 253, Sembuh 139

Tetapi sampai saat detik ini terbukti, pemerintah Jokowi tidak mau mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan, meskipun tekanan sedemikian rupa. Hal ini karena pemerintah ini ingin konsisten dengan apa yang sudah dicanangkan dengan apa yang sudah diprogramkan.

“Ini yang harus kita kawal terus agar menjadi baik. Insya Allah sampai detik ini, belum ada kenaikan BBM,” tegasnya.

Joko berharap dengan kondisi dollar AS saat ini, pemerintah berpikir tentang bagaimana kesiapan menghadapi kemungkinan terjelek dengan sejumlah alternatif jalan keluar, karena menaikan harga BBM bukan satu – satunya solusi.

Dalam hal ini Joko Purwanto mengapresaisi kerja keras BPH Migas. Joko meyakini BPH Migas yang terpilih saat ini adalah yang terbaik sehingga bisa melakukan dan melaksanakaan tugas kesehariannya secara baik.

Baca juga  Anggota DPR RI Bagikan 3.500 Bibit Jambu Kristal di Katulampa

“Oleh karenanya, kita berharap kemitraan dan kerjasama ini terus kita jalankan dan ke depan BPH Migas bisa tetap gigih menjalankan kewajiban dan pekerjaannya secara baik dan benar,” ujarnya.

Joko meyakini BPH Migas banyak menemukan kendala di lapangan, karena persoalan utama dolar terkait dengan perkembangan yang terjadi di manca negara. Karena  itu seolah – olah BPH Migas tidak ada pekerjaannya.

“Tetapi hari ini kita bisa merasakan dan mendengarkan langsung bagaimana kerja keras mereka yang sangat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia khususnya untuk Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor,” pungkas Jokowi Purwanto. [] Fadil

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top