Wakil Walikota Bogor Dedie A. Rachim

Dibangun Awal Tahun, Alun Alun Kota Bogor Bakal Dilengkapi Sarana Edukasi

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pembangunan alun-alun Kota Bogor masih terus dibahas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Focus Group Discusion (FGD). Salah satunya mengakomodir seluruh masukan dari pemangku kepentingan Kota Bogor.

“Tadi kita lakukan semacam evaluasi singkat terkait hasil desain yang diajukan oleh konsultan PT. Arenko. Kita bahas berbagai hal, intinya kita berkeinginan mengintegrasikan antara alun-alun, Stasiun Bogor dengan Masjid Agung Bogor,” ucap Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai FGD laporan dan penyusunan DED alun-alun Kota Bogor di Balaikota Bogor, Jumat (22/11/2019).

Pembangunan alun alun Kota Bogor yang dibiayai Pemprov Jabar sebesar Rp15 Miliar tersebut akan dimulai pada Januari 2020 dengan diawali proses pembongkaran Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani dengan proses pembangunan satu tahun sampai Desember 2020.

“Jadi nanti di dalamnya akan kita bangun fasilitas untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi semuanya kita harapkan memenuhi kriteria dan perizinan, termasuk juga ada permintaan taman ini harus ramah anak,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Dedie sampai saat ini pihaknya belum memutuskan nama apa yang akan dipakai alun alun Kota Bogor tersebut, sebab ada beberapa nama yang diajukan oleh Pemkot Bogor dan Pemprov Jabar.

“Ada sekitar 3-4 nama untuk alun alun tersebut yakni alun – alun Kapten Muslihat, alun – alun Kota Bogor, alun – alun Tajur Ageung atau alun alun Pakuan. Tetapi minggu depan kita harus putuskan karena harus masuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran( DIPA) Pemprov Jabar,” ujarnya.

Lebih lanjut Dedie menerangkan, untuk melancarkan pembangunan tersebut pihaknya akan menertibkan dan merelokasi PKL di sepanjang jalan Dewi Sartika.

“kita sudah tawarkan mereka untuk masuk kedalam pasar, sudah melalui proses kur, kemudian sebagian juga ada yang ke pasar merdeka, sebagian lagi ada yang ke kebon jahe,” jelasnya

Semetara itu, Konsultan PT. Arenko, Prihantono menuturkan pihaknya akan mengakomodir fungsi taman dan fungsi alun – alun. Menurutnya jika dipisahkan farsial, taman lebih banyak lahan terbuka hijaunya sementara jika alun – alun fungsinya lebih banyak perkerasannya untuk digunakan sebagai event masal, misalnya tabligh akbar, sholat idul fitri dan idul adha, pagelaran konser musik dan sebagainya.

“Justru di taman ini kita mengkolaborasikan dua fungsi tersebut fungsi taman dan fungsi alun alun,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan pihaknya akan memakai konsep bagaimana taman dan alun alun tersebut menjadi daya tarik generasi milenial.

“Nantinya di alun alun tersebut tidak hanya sekedar untuk rekreasi, tapi juga menjadi ruang untuk edukasi. Karena kita siapkan jaringan WiFi, fasilitas olah raga, jogging track dan juga ruang eduksi seperti bangunan biorama yang isinya mensimulasikan secara historis beberapa tokoh dinkota Bogor,” pungkasnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *