Dekan FE Unpak Bogor, Dr Hendro Sasongko.

Dekan FE Unpak Sebut Profil Ideal Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor sedang melakukan seleksi terbuka 6 jabatan pimpinan tinggi pratama. Salah satunya adalah jabatan kepala dinas koperasi dan UKM.

Rangkaian seleksi sudah sampai uji gagasan dan wawancara. Pengumuman hasil seleksi kompetensi akan dilakukan besok, Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, posisi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor diperebutkan sebanyak 8 pejabat. Mereka adalah sebagai berikut:

Para calon Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor

 

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor Dr. Hendro Sasongko menyebut profil ideal Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor. Seperti apa?

“Secara umum, sebenarnya profil ideal untuk pemimpin Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, tentu tidak dibedakan antara periode sebelum dan semasa pandemi covid-19. Utamanya tentunya adalah akhlak, integritas, kejujuran dan loyal kepada pimpinan,” kata Hendro kepada BOGOR-KITA.com, Selasa (14/7/2020).

Istilah loyal disini, sambung Hendro, bukan berarti hanya pasif atau menunggu arahan, namun juga dituntut memberikan pandangan, masukan atau bahkan koreksi yang konstruktif. “Tentunya disampaikan pada waktu (timing) yang tepat,” kata Hendro.

Baca juga  Hendro Sasongko Soal Resesi: Inovasi Menjadi Faktor Penting

Syarat selanjutnya, kata dia, adalah mampu bekerja keras dengan ikhlas dan hasrat atau passion, dalam rangka membantu mewujudkan visi dan misi Pemerintahan Kabupaten Bogor.

“Selanjutnya adalah harus memiliki filosofi dan mazhab (school) ekonomi kerakyatan, sehingga memiliki hasrat untuk memajukan Koperasi dan UMKM,” katanya.

Hendro melanjutkan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor harus selalu siap terjun ke lapangan dan ‘mau mendengar’. “Pengertian ‘mau mendengar’ ini tidak sekedar hanya mendengar, namun juga menyimak, mengolah dan menindaklanjuti untuk hal-hal yang patut ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Syarat lainnya lanjut Hendro, adalah mampu berkoordinasi, menjalin kemitraan dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) Koperasi dan UMKM, termasuk lembaga-lembaga pemerintah, publik, LSM, dan dunia akademik. “Dan the last but not least, pemimpin yang paripurna adalah yang tawadhu dan qanaah, sehingga mampu menghindari godaan ragawi,” tutupnya. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *