Debt Collector Vs Ormas Ricuh, 1 Luka, 2 Dicokok Polisi

Ilustrasi

BOGOR-KITA.com – Ratusan anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) Kabupaten Bogor terlibat baku hantam dengan debt collector, Kamis (13/11). Belum diperoleh informasi yang melatari baku hantam, namun akibat kejadian ini, satu anggota ormas luka dan dua orang jasa penagih ditahan polisi.

Informasi yang diperoleh PAKAR, baku hantam berawal dari aksi sweeping ormas yang dimulai pada pukul 13.30 WIB, di Kampung Warung Kaleng, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Ratusan anggota ormas bergerak menuju Ciawi. Setibanya di Jalan Raya Gadog, tepatnya Vimala Hill, anggota ormas ini pun bentrok dengan para debt collector.

Baku hantam pun tak terelakan hingga akhirnya puluhan petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Ciawi dibantu satu pleton dari Polres Bogor, tiba di lokasi dan langsung membubarkan massa yang terlibat bentrok.Polisi mengamankan dua petugas debt collector dan menggiring ormas ke lapangan terbuka Amalia, di Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi.

Kapolsek Ciawi, Komisaris Polisi (Kompol) Sugianto membenarkan, pihaknya mengamankan dua debt collector ke Polres Bogor, Cibinong. “Sempat terjadi kericuhan di lokasi Jalan Raya Gadog. Namun, dengan kesigapan petugas kita yang dibantu 1 pleton petugas Polres Bogor, kericuhan berhasil dububarkan,” ujar Kompol Sugianto, Kapolsek Ciawi kepada PAKAR di lokasi.

Kapolsek mengatakan, permasalahan ini sudah ditangani oleh polisi. “Kita tidak mau keributan terulang kembali,” tegasnya.Salah seorang pengurus dari KKPMP, Fahri mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa sering kalipetugas leassing atau debt collector meresahkanmasyarakat. 

"Tadi kita mendapat serangan, dan anggota kita mendapatkan luka ringan di bagian perut di sebelah kanan. Pas kita lihat di lokasi banyak batu, kayu dan benda besi yang berceceran di jalan,” katanya.   Menurutnya, sweeping yang dilakukan terkait dengan banyaknya laporan dari masyarakat yang kendaraannya telah dirampas, dipukuli serta diambil secara paksa oleh petugas leasing.

“Tadi kita dari arah Puncak akan menuju markas KKPMP di Bojong Gede. Tiba-tiba terjadilah kericuhan yang sangat singkat. Dan kita meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas debt collector tersebut. Jika tidak ada tindakan kita siap melakukan sweeping kembali ke jalan,” ungkap dia yang diamini ratusan anggota ormas itu. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *