Buta Aksara di Kabupaten Bogor Tinggal 3%, Pemkab Bogor Terima Penghargaan

Adang Suptandar terima penghargaan terkait pernurunan buta aksara di Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan penghargaan kepada Pemkab Bogor atas kinerja dan kepedulian yang tinggi dalam Percepatan Penuntasan Buta Aksara.

Penghargaan diterima Sekretaris Daerah (Sekda ) Kabupaten Bogor Adang Suptandar yang diberikan langsung oleh Ditjen PAUD dan Bimas Kemendikbud RI Harris Iskandar pada Puncak Hari Aksara Internasional yang diperingati di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Sabtu (24/10/2015).

Acara dihadiri oleh perwakilan UNESCO Jakarta, Ketua dan anggota komisi IX DPR RI, Assisten Daerah Bidang Kesra Propinsi Jawa Barat dan Bupati/Walikota serta Gubernur yang juga meraih Anugrah Keaksaraan dengan kategori lain.

Dalam sambutan tertulis yang di bacakan oleh Harris Iskandar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, mengatakan bahwa penurunan angka buta aksara dari tahun 2005 hingga 2014 perlu disyukuri, karena berhasil meningkatkan keaksaraan masyarakat secara signifikan. “Berdasarkan laporan BPS Indonesia pada tahun 2010 terdapat 7,54 juta (5,02%) serta pada tahun 2014 terakhir BPS mendata menjadi 5,9 juta (3,7%)” ujar Harris

Harris mengemukakan, tema Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun ini adalah Aksara untuk menumbuhkan Budi Pekerti. Tema tersebut memiliki arti mengingatkan komitmen yang kuat dari pemerintah upaya penuntasan tuna aksara di Indonesia. “Dengan di peringati HAI ini, bukti komitmen berkesinambungan terhadap kemajuan pencapaian keaksaraan setiap individu sebagai kunci pembangunan sosial ekonomi dalam budaya damai dan berkarakter” sambung Harris

Dihubungi secara terpisah, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, penghargaan Penuntasan Buta Aksara tingkat Madya ini merupakan bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberantas buta huruf masyarakat di Kabupaten Bogor.  Dari data Dinas Pendidikan angka melek huruf di wilayah Kabupaten Bogor suadah mencapai 96,98%.

Untuk menuntaskan sisa 3% buta huruf hingga masa akhir pemerintahannya pada tahun 2018, dirinya dan seluruh stakeholders terkait di Pemkab Bogor akan terus berupaya dan  membuat strategi-strategi, agar ke depan seluruh warga yang buta huruf di wilayah Kabupaten Bogor benar-benar telah dituntaskan, dan kedepannya Pemkab Bogor bukan hanya menerima penghargaan tingkat madya akan tetapi sudah tingkat utama.

“Strategi pertama adalah menargetkan pada tahun 2015 wajib belajar (WB) menjadi 20.000 orang, tahun 2017 juga 20.000 WB, dan pada tahun 2018 menjadi 16.000 WB. Selain itu Pemkab juga akan konsen memberdayakan PKBM untuk invetarisasi peserta WB untuk meningkatkan kompetensi para tenaga tutor. Lalu Pemkab juga akan menyediakan anggaran untuk honor tenaga tutor dan para penyelenggara Keaksaraan Fungsional (KF). Kemudian Pemkab akan terus bekerjasama dengan kkecamatan hingga ke tingkat RT/RW dalam pelaksanaannya di masing-masing pokja hingga memberikan kesempatan kepada para alumni program KF untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan paket A setara SD” ujar Nurhayanti

Bupati Bogor mengatakatan mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor. [] ADMIN



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *