Ilustrasi

Buruh Kabupaten Bogor Tolak UMK Rp2,5 Juta

ilustrasi

BOGOR-KITA.com  –  Ribuan buruh yang tergabung dalam serikat pekerja se-Kabupaten Bogor, menolak Upah Minimuan Kota/Kabupaten (UMK) yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sebesar Rp2.586.006. Penolakan tersebut dinyatakan dalam aksi demo dalam bentuk konvoi sepeda motor mengitari sejumlah kawasan industri di Kecamatan Sukaraja, Cibinong hingga Citeureup, sambil melakukan sweeping terhadap buruh yang masih bekerja di Kawasan Industri Bogor Indo Sentul, Babakan Madang, Citeureup dan Jalan Raya Jakarta-Bogor, Sukaraja hingga Cibinong, Jumat (21/11).

Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Astra Autopart, Sukaraja, Agus Joko mengatakan, angka UMK yang ditetapkan tersebut sangat jauh dari usulan buruh, yakni sebesar Rp3.405.731.

Angka yang ditetapkan sangat tidak sesuai dengan keinginan buruh. “Minimal, kami ingin disamakan dengan Bekasi yang menetapkan UMK Rp3 juta rupiah,” ujar Agus Joko, kepada PAKAR.

Menurut Agus, para buruh akan terus melakukan konsolidasi dengan serikat dan organisasi buruh se-Kabupaten Bogor untuk menolak pemberlakuan UMK tersebut.

“Para buruh degan tegas menolak angka itu. Jika tetap diberlakukan, kami akan terus melakukan aksi demo besar-besaran sampai UMK yang kami inginkan diwujudkan,” papar Agus.

Hal senada dituturkan Jhon, anggota serikat buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Dikatakan, angka yang ditetapkan oleh Pemkab Bogor bertolak belakang dengan keinginan buruh. Keputusan tersebut meninabobokan perusahaan dan tidak pro buruh. “Angkanya hampir sama dengan usulan Apindo sebesar Rp2.305.728. Jangan-jangan Pemkab Bogor  lebih berpihak kepada perusahaan dibanding membela buruh yang notabene rakyatnya sendiri,” kritik Jhon yang disambut tepuk tangan rekan-rekannya.

Dikatakan Jhon, jika upah di Kabupaten Bogor tetap di bawah Rp3 juta, maka buruh akan terus semakin tertekan oleh biaya hidup yang kian tinggi.

Pantauan PAKAR, aksi konvoi buruh membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dilalui macet total. Bahkan, Jalan Raya Jakarta-Bogor, mulai dari lampu merah pemda hingga pertigaan lampu merah Kandang Roda, sempat lumpuh tak bergerak sebelum polisi memecah konsentrasi masa buruh, dan mengarahkan konvoi menuju Babakan Madang.

Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor menetapkan UMK tahun 2015 sebesar Rp 2.586.006 pada  Selasa (18/11). Angka itu diputuskan setelah mempertimbangkan kenaikan harga bahan bakar, produktifitas dan inflasi. Angka ini  berada di bahah UMK DKI Jakarta yang diputuskan

Rp 2,7 juta. Angka UMK Kabupaten Bogor itu sendiri langsung dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dam disetuju. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *