Peserta benchmarking Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan IV Kejaksaan Republik Indonesia di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda No.10, Kota Bogor, Rabu (21/8/2019).

Bima: 5 Tahun Menghapus Stigma Negatif Kota Bogor

BOGOR-KITA.com – Selama 5 tahun terakhir kita berupaya untuk menghapus stigma negatif Kota Bogor, kita ingin  mengubah wajah Kota Bogor. Solusi itu ada di lapangan dan saya bukan tipe orang yang hanya duduk di belakang meja. Komunikasi kepada semua pihak menjadi hal yang penting.

Hal ini dikemukakan Wali Kota Bogor, Bima Arya saat merima 30 peserta benchmarking Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan IV Kejaksaan Republik Indonesia  di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda No.10, Kota Bogor, Rabu (21/8/2019).

Bima menyampaikan bahwa hal pertama yang menjadi perhatian pada awal dirinya menjabat Wali Kota Bogor adalah peningkatan APBD dengan mengundang pihak terkait untuk membahas hal ini dengan hastag #uangrakyatkembalikerakyat.

Perencanaan yang dilakukan OPD di lingkungan Pemkot Bogor, menurut Bima harus dikaitkan dengan proses, output dan outcome agar sesuai dan saling berkaitan. Perubahan dan evaluasi secara besar-besaran yang dilakukan memberikan dampak bagi Kota Bogor, diantaranya pada 2018 laporan SAKIP Kota Bogor mendapat predikat B yang awalnya selama bertahun-tahun hanya C.

Mengenai laporan keuangan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah dicek persoalannya dan dikejar datanya pada akhirnya dibuat bengkel. Hasilnya, predikat WTP berhasil diraih 3 kali berturut-turut.

Kebijakan dan inovasi lain juga diterangkan Bima Arya, mulai dari program Naturalisasi Ciliwung, pembangunan taman, Sekolah Ibu dan lainnya.

“Selain untuk meningkatkan PAD, tujuan yang ingin dicapai dari pembangunan adalah perubahan kultur, kesejahteraan dan kebersamaan. Kami sadar itu semua membutuhkan kerja keras. Tantangan yang hadir menjadi motivasi bagi kami untuk berbuat lebih baik,” tegas Bima.

Kapusdiklat Kejaksaan Republik Indonesia yang juga ketua rombongan, Ranu Miharja mengatakan tujuan kunjungan 30 peserta diklat adalah ingin belajar dari keunggulan dan inovasi yang dimiliki Kota Bogor baik yang sedang dan akan dilaksanakan.

“Kita ingin belajar kiat dan kunci keberhasilannya, diharapkan para peserta bisa belajar dengan sungguh-sungguh sehingga bisa mengadopsi keberhasilan Kota Bogor dan menjadi acuan serta adaptasi dalam proyek perubahan para peserta. Outputnya membentuk kepemimpinan operasional,” jelas Ranu didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Bambang Sutrisna.

Dari Balai Kota Bogor, selanjutnya 30 peserta dibagi menjadi 3 dengan mengunjungi OPD Pemkot Bogor, yakni Bapenda, DPMPTSP dan BKPSDA. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *