Umat Katolik Semplak sebar 1000 Takjil

Berbagi Kasih: Umat Katolik Semplak sebar 1000 Takjil

NETIZEN – BOGOR-KITA.com – Pengurus Gereja Katolik St. Ignatius Loyola, Semplak dipimpin oleh Pastor Paroki RD.Antonius Dwi Haryanto melakukan kunjungan kasih dengan membagikan 1000 takjil di Masjid Jami Ash Solihin dan Masjid Nurul Yakin Jumat (24/5/2109).

Ditemui di masjid Nurul Yakin Semplak Pastor Paroki St.Ignatius Loyola Semplak, Antonius Dwi Haryanto menyatakan kunjungan kasih dan menyebarkan takjil untuk saudara muslim di sekitar gereja St. Ignatius Loyola adalah bentuk toleransi menjalin persaudaraan,kebersamaan dan perhatian sebagai sesama warga negara. “Kami harus ikut merasakan bulan penuh berkah ini dengan berbagi apa yang umat katolik dapat berikan untuk saudara muslim nya yang sedang berpuasa,” kata RD Anton yang juga Ketua Unio Para Pastor di Keuskupan Bogor.

Ketua PSE Paroki St.Ignatius Loyola Ari da Rato yang menginisiasi acara ini menyatakan bagi takjil bagi saudara Muslim yang dilakukan oleh umat katolik semplak adalah kegiatan positif yang perlu diapresiasi. “Kami berbagi dari keterbatasan kami dan kegiatan ini akan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama sekaligus tausiah bersama ustad lingkungan AURI di pelataran gereja minggu (26/5/2019),” kata Bu Ari demikian biasa disapa.

Bagi takjil menurut Bu Ari perlu dipertahankan dan diikuti oleh semua  stakeholder gereja karena pada prinsipnya gereja harus hadir bersama umat beragama lain untuk bergandengan tangan membangun toleransi di tengah perbedaan yang ada. Senada dengan bu Ari disampaikan oleh Ronny Emilianus Aktivis gereja Katolik Semplak, “Kami hanya memberikan sedikit dari yang kami miliki, kami berbagi dalam keterbatasan kami,” jelas Ronny.

Paroki St.Ignatius Loyola menurut Ronny selalu menyasar kegiatan gereja pada hubungan antar manusia tanpa membedakan suku,agama dan ras. Problem suku dan agama menurutnya selalu menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan, apalagi gerakan toleransi sudah berhadapan secara langsung dengan kelompok masyarakat yang intoleran terhadap perbedaan. “Kedepannya kami memandang perlu digalakan aktivitas berbagi takjil sepert ini, dengan menyasar masjid dan pesantren karena toleransi harus dibangun dari komunikasi dan dialog dan berbagi takjil adalah bentuk nyata dari dialog yang berkwalitas antar umat beragama” tegas Ronny.  [] Admin / Gd



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *