Danau Quarry di Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor

Bekas Tambang Jadi Danau di Bogor, Ramai Dikunjungi

BOGOR-KITA.com – Namanya Danau Quarry. Lokasinya di sebuah dusun di tanah Sunda, di Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Danau ini ramai dikunjungi, dan populer di media sosial. Tak sedikit netizen yang memamerkan keindahan danau tersebut lewat foto yang diunggah di facebook, twitter dan instagram.

Danau ini tidak luas, mungkin hanya seluas sebuah setu. Tetapi, keindahannya melebihi sebuah setu. Menawan. Airnya hijau dan dikelilingi atau dikurung oleh tebing tinggi di sebagian permukaannya. Tebing tinggi berupa bebatuan kokoh itu seolah menjaga ketat air danau yang hijau.

Bentuk danau yang berada di daerah penambangan berdekatan dengan daaerah Rumpin Kabuapetn Bogor itu memang indah.

Seorang netizen bahkan mampu mengambil sudut pemotretan, sehingga danau ini tampak seperti lambang cinta, lambang love yang memukau.

Mungkin itu juga yang mendorong kaum milenial gemar datang ke Danau Quarry, merajut tali kasih, mengungkap rasa cinta, sambil melepas dahaga pandang terhadap sebuah objek indah yang gambarnya kadung sudah pernah dilihat di media sosial.

Yang namanya sebuah danau, tentu ada sejarahnya. Sebuah danau, lazimnya terbentuk oleh sebuah proses alami. Yang pasti bukan seperti kolam renang atau waduk yang terbentuk berdasarkan proses kreatif manusia.

Sebuah danau lazimnya terbentuk melalui proses alamiah. Karena itu kemudian dikenal danau tektonik atau danau yang terbentuk akibat proses tektonik atau lipatan, patahan, dan gerakan kulit bumi sehingga tanah mengalami penurunan, seperti Danau Toba, Danau Singkarak, Danau Kerinci, Danau Poso, dan Danau Towuti.

Ada juga jenis danau vulkanik, yakni danau yang terjadi akibat letusan gunung api. Letusan ini mengakibatkan morfologi gunung yang tadinya berbentuk seperti kerucut berubah bentuk menjadi cekung, seperti Danau Maninjau dan Danau Kerinci di Sumatra, Danau Poso dan Danau Matana di Sulawesi, Danau Kalimutu di Flores dan Danau Toba (tektonik dan vulkanik).

Lalu ada Danau Karst. Danau karst terbentuk karena pelarutan batuan kapur oleh air sehingga membentuk cekungan. Ketika cekungan terisi oleh air, maka terbentuk danau yang disebut dolina, atau lubang-lubang yang berbentuk corong. Lubang-lubang dolina yang menjadi satu disebut uvala (telaga). Deretan uvala-uvala atau dolina menjadi satu membentuk polje seperti lokva Bendogede di Kecamatan Ponjong di daerah Gunung Kidul.

Lalu ada danau yang terbentuk karena proses erosi yang menyebabkan terjadinya pendalaman dasar lembah oleh gletser dengan massa es yang besar seperti Danau Great di Amerika Utara, Danau Finger di New York.

Kemudian ada juga danau yang terbentuk karena aliran sungai yang berkelok-kelok melintasi daratan mengambil jalan pintas dan meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya membentuk danau seperti Danau Tapal Kuda di hilir Sungai Mahakam.

Danau Quarry termasuk jenis yang mana?  Tidak ditemukan proses alamiah yang membentuknya. Lalu apakah Danau Quarry merupakan pemberian Tuhan yang terjadi begitu saja seperti mitos Candi Prambanan di Jawa tengah atau Tangkuban Perahu di Jawa Barat?

Selidik punya selidik, Danau Quarry terbentuk melalui proses yang unik. Nama quarry itu sendiri bukan kosa kata Sunda. Kata quarry adalah kosa kata asing, Inggris. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia quarry diartikan sebagai penggalian.

Quarry memang dikenal dalam dunia penambangan. Quarry diartikan sebagai sistem penambangan terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri, antara lain batu gamping, marmer, granit, andesit dan sebagainya.

Danau Quarry memang terbentuk karena proses penambangan. Lahan yang sekarang menjadi Danau Quarry itu adalah lahan yang digali oleh sebuah perusahaan untuk menambang batu gamping, marmer, granit, andesit dan lain sebagainya.

Perusahaan itu kemudian meninggalkan lahan galiannya. Konon katanya masyarakat sekitar protes karena getaran-getaran yang ditimbulkan alat-alat berat pemotong bebatuan.

Tetapi ada juga yang mengatakan perusahaan penambang meninggalkan lahan galiannya, karena sudah tidak ekonomis.

Sebab semakin dalam material tambang yang digali semakin keras bebatuan yang dihasilkan. Akibatnya semakin sulit dipotong, sehingga semakin mahal biaya potongnya sehingga dianggap tidak lagi ekonomis dan ditinggalkan dengan lubang yang sudah menganga.

Tetapi apapun penyebabnya, lubang bekas galian itu kini menjadi Danau Quarry.  Dari mana sumber airnya? Mungkin air hujan atau rembesan mata air dari perut bumi atau ada aliran sungai yang melintasinya.

Tidak diketahui berapa lama proses pengisian air di lubang  bekas galian itu. Dilihat dari luasnya, pasti tidak selama Danau Toba di mana cekungan sangat dalam yang ditimbulkan gempa tektonik, baru terisi air seperti sekarang setelah 200 tahun.

Tetapi apapun, Danau Quarry adalah sebuah danau indah. Danau yang terbentuk melalui proses “kecelakaan” ini, kini menjadi  berkah tersendiri, karena warga setempat bisa mengelola parkir dan sebagainya. Danau Quarry sekaligus menambah objek wisata di Kabupaten Bogor. [] Petrus Barus



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *