Alumni IPB Bogor Dipercaya Jadi Deputi III Pengelolaan Isu Strategis Jokowi

Purbaya

BOGOR-KITA.com – Ada lima orang deputi yang membantu Luhut Binsar Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan. Salah sseorang di antaranya adalah alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Namanya Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis yang sudah dilantik Kamis (2/4/2015).

Luhut mengemukakan, dirinya mengetahui Purbaya dari seorang temannya. “Katanya dia hebat,’ tutur Luhut seperti dilansir Baranews, Jumat (3/4/2015).

Seperti apa kehebatan Purbaya?  Luhut pu bertemu Purbaya. Dalam pertemuan itu, Purbaya memaparkan data-data yang dimilikinya. Hasilnya, sangat akurat. Maka dari itu, Luhut mengaku sering mengajak Purbaya dalam pertemuan dengan World Bank dan International Monetary Fund (IMF).

Purbaya sebelumnya menjadi staf khusus mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Hubungannya dengan Jokowi juga bukan terbilang baru. "Selama kampanye Pak Jokowi, dia yang mem-brief Pak Jokowi, dan Pak Jokowi sangat puas dengan Pak Purbaya," ucap Luhut.

Usai dari IPB, Purbaya mengambil gelar doktornya di bidang makro-ekonomi. Dia dikenal sebagai Kepala Danareksa Research Institute.

Purbaya akan bekerja dengan koleganya yang juga orang hebat. Mereka adalah Yanuar Nugroho, Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas. Yanuar adalah profesor di Manchester, UK (Inggris), dan masih visiting professor (pengajar tamu) di sana. Januar pernah kerja di Uni Eropa, menyusu tentang program-program Uni Eropa. Sekarang bantu Presiden untuk dapat lihat program di Bappenas sehingga bisa berjalan dengan bagus," tutur Luhut.

Januar adalahpenerima penghargaan beasiswa dari Hallsworth Fellowship Award. Penghargaan itu adalah salah satu penghargaan internasional bergengsi di bidang ekonomi dan politik di Inggris. ‘Januar orang Asia pertama yang menerima penghargaan tersebut, " ujar Luhut.

Kolea Purbaya yang lain adalah Darmawan Prasojo, yang menjadi Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi. "Dia pernah bekerja di Gedung Putih, pernah kerja di kantor senator (John) Kerry. Ini rising star anak muda," ucap Luhut.

Darmo dianggap memiliki analisis yang tajam di bidang ekonomi energi. Selama dua puluh tahun merantau di Amerika Serikat, Darmo pun kembali ke Tanah Air.

Kemudian Eko Sulistyo. Eko Sulistyo menjadi Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Luhut menyebutkan bahwa dipilihnya Eko tak lepas dari kepercayaan Presiden Joko Widodo. "Pak Eko selalu bantu kegiatan Pak Jokowi dari waktu kegiatan di Solo sampai sekarang ini," ujar Luhut.

Eko pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum Solo. Setelah tak lagi menjadi anggota KPU, Eko kemudian membantu Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kemudian Presiden. Eko juga dipercaya sebagai salah satu orang yang menentukan lokasi blusukan yang menjadi hobi Jokowi itu.

Yang terakhir adalah Brigjen Andogo, eks Danrem Solo. Andogo

Menjadi Deputi V yang menangani bidang analisis data dan informasi strategis. Andogo pernah menjadi Kasdam I Bukit Barisan dan akhirnya dimutasi menjadi tenaga ahli Pengkaji Bidang Geografi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas). [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *